Satu cinta baru, yang jauh lebih indah Memanggilku merekah Apakah engkau pernah mengalami cinta saudaraku ? Rasanya membuncah, dunia terasa surga Namun jangan mudah terpana Pun terpesona Smaradahana. Selengkapnya
Puisi
Celoteh Anak Pesisir Pulau ” Mencuri Keringat “
MENCURI KERINGAT Oleh : Raja zainol afandi Hidup ini tiada puasnya jika pundak bahumu masih mencekik memelihara cela meminta pada titian amanah yang sama Terlalu banyak kita mencuri Selengkapnya
Puisi 17 Monolog Hati
Monolog Hati Nina Sulistiati Waktu bergulir detik demi detik tak terhenti menuliskan lelakon dengan aneka skenario Kalbu yang melukiskan aneka rasa tentang resah yang berhasil kubaca Kini aku menari dalam Selengkapnya
Sampah
Sampah Entah rasa apa yang harus ada Sedih atau bahagia Menyambutnya dengan tangan terbuka Atau membiarkannya tergerai di sana Harta tak ternilaikan Menumpuk menggunung Berserakan berantakan Tak sedap dipandang Gelisah Selengkapnya
Celoteh Anak Pesisir Pulau Akhlak Kita Pada Alam
Akhlak Kita Pada Alam Oleh : Raja Zainol Afandi Siapa kita Makhluk yang senantiasa terikat Bernuansa pada akal Menjalar pada nafsu Siapa kita Panglima penjaga alam Yang kan Selengkapnya
Dermaga Tempat Berlabuh
KMAB Dermaga Tempat Berlabuh Ku menapakan kaki ini ke seluruh penjuru kota Mencari jati diri untuk menata Menelusuri setiap arah dan tujuan Untuk membuktikan semua harapan Selengkapnya
Pelangi Senja
Seperti pelangi senja hari hadirnya penuh pesona pun bawa beribu makna Seperti dirimu yang gagah berani taklukkan kerasnya dunia Seperti jiwamu yang membawa keceriaan hiasi indahnya mayapada Seperti ragamu Selengkapnya
Senja yang Terlupa
Senja Yang Terlupa Tung Widut Pagi sudah tiba Langkah kaki kemarin belalu begitu saja Tanpa sebuah pesan yang menyapa Bukan melupakanmu saat itu Bukan mengabaikan ceritamu Bukan melewati keindahanmu Bukan Selengkapnya
Jumantara Biru
Semburat sinar merah jingga melahirkan pagi berseri Merangkum rahmat yang ditawarkan Dari keabadian Ilahi Tuhan telah memberikan sinar mentari pada setiap insani Adil dalam ukuran cinta tanpa syarat. Pagi Selengkapnya
Puisi 16 Gadis Berpayung Jingga
Gadis Berpayung Jingga Nina Sulistiati Termangu di sudut gerbang parkiran Tubuhnya kerap menggigil Senyumnya hadir di sela bibir kebiruan bulir-bulir air mengaliri sekujur tubuhnya Digenggamnya payung jingga Tatapnya penuh harap Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









