Tak cukup di satu tempat Relasi terbuka dan makin jelas Aneka macam area menulis yabg baru Untuk mengembangkan literasi puisi Lagi dan lagi kudapati Tak hanya di satu platform umum Selengkapnya
Puisi
Membatin Puisi Karya Afrianti
Membatin Karya: Afrianti Air mata Setiap diri pasti punya Alloh telah melengkapi makhluknya Air yang keluar dari mata Membasahi pelupuk dalam bentuk buliran mutiara Mengaliri pipi hingga dagunya Bahkan sampai Selengkapnya
Puisi Munajat Cinta
Munajat Cinta Nina Sulistiati Hampa membelit rasa Ruang hati sepi tak bertepi Kusimpan rindu yang mengisi kalbu Membias, lepas, tak berarah Di antara masa yang panjang dan melelahkan Rinduku pada-Mu Selengkapnya
Dibalik Kabut
Dibalik Kabut Bergegas kuberlari Mencari Dari penatnya hari Hiruk pikuknya hati Panasnya emosi Menguras energi Kerasnya hidup Krisis rasa percaya Kekecewaan Pada siapa mengadu ? Pada bumi ? Selengkapnya
Sebuah Perjalanan
Sebuah Perjalanan Menyusuri pematang Menangkap butiran embun disetiap dedaunan Aku bergumam Aku berdecak Rasanya tak cukup waktuku untuk mengagumi karya Mu Tak mampu logikaku Selengkapnya
Buah Hasil Pekerja
KMAB 10 Buah Hasil Pekerja Derasnya air hujan basahi tanah Hantarkan para pekerja mencari nafkah Basah kuyup tak jadi halangan Badan dingin bukanlah rintangan Engkau terjang Selengkapnya
Cerita Pagi
Cerita Pagi Ngilu rasanya pagi ini Langit berduka berselimut kabut Mentari pun enggan muncul Gelap tertutup asap Hujan semalam menambah kesejukan Mata ingin selalu terpejam Selimut dan kasur tempat Selengkapnya
Puisi HARI
H A R I Ryantori Terlalui lagi olehku satu hari.. Dari sekian hari yang kudititipi.. Mungkin esok masih ada sisa hari.. Tapi bisa jadi malam ini lah penutup hari.. Hari Selengkapnya
Puisi 11 Ketika Ajal Menjemput
Ketika Ajal Menjemput Nina Sulistiati Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Satu helaan napas, terhempas, terkulai lemas semesta menyambut jiwa yang meregang tak ada yang tahu berapa lagikah waktu Selengkapnya
Derai Hujan
Di bawah derai hujan pilu aku sembunyikan dari tatapan orang-orang Gigil hebat menderaku dihantam hujan badai tumbangkan hati nurani Berpayung engkau berlalu menyibak derasnya hujan meninggalkanku dalam kesunyian Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








