PGRI Masih tetap Dipimpin Unifah Rosyidi

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

Terbaru13 Dilihat

Organisasi guru terbesar di Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI, kembali menjadi perhatian publik pendidikan nasional setelah ditetapkannya Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PGRI periode 2024–2029. Penetapan tersebut didasarkan pada Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 32 PK/TUN/2026 tertanggal 5 Mei 2026. Kabar ini disambut hangat oleh banyak guru di seluruh Indonesia karena dianggap membawa harapan baru bagi perjuangan dunia pendidikan dan kesejahteraan guru.

Dalam poster yang beredar luas di media sosial dan berbagai grup pendidikan, tampak ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd atas amanah besar yang kembali dipercayakan kepadanya. Pada bagian bawah poster tertulis sebuah doa dan harapan yang sangat menyentuh:

“Semoga amanah yang diemban menjadi jalan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru dan memajukan pendidikan Indonesia.”

Kalimat sederhana tersebut sebenarnya mewakili harapan jutaan guru di Indonesia. Sebab, bagi para guru, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga rumah perjuangan. Tempat para guru berharap suara mereka didengar, hak mereka diperjuangkan, dan martabat profesi mereka dijaga.

Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan dan organisasi guru. Beliau bukan nama baru di lingkungan PGRI. Kiprahnya selama ini menunjukkan dedikasi besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional, perlindungan guru, dan penguatan organisasi profesi.

Banyak guru mengenal beliau sebagai figur yang tenang, tegas, dan konsisten memperjuangkan kepentingan guru. Dalam berbagai kesempatan, Prof. Unifah sering menekankan bahwa guru bukan sekadar pengajar di kelas, melainkan penentu masa depan bangsa. Karena itu, guru harus mendapatkan perlindungan hukum, kesejahteraan yang layak, dan kesempatan berkembang secara profesional.

Penetapan kembali beliau sebagai Ketua Umum PB PGRI menjadi momentum penting di tengah berbagai tantangan pendidikan Indonesia saat ini. Dunia pendidikan sedang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan kurikulum, hingga persoalan kesejahteraan guru honorer yang masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

Banyak guru berharap kepemimpinan Prof. Unifah mampu menjadi jembatan antara aspirasi guru dengan kebijakan pemerintah. Sebab selama beberapa tahun terakhir, banyak guru merasa membutuhkan organisasi profesi yang benar-benar hadir mendampingi mereka dalam menghadapi berbagai perubahan.

Di berbagai daerah, guru masih menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan fasilitas pendidikan, beban administrasi yang tinggi, hingga ketidakpastian status kepegawaian. Guru honorer khususnya masih menjadi kelompok yang paling rentan. Mereka tetap mengajar dengan penuh pengabdian meski sering menerima honor yang jauh dari kata layak.

Karena itulah, kepemimpinan di tubuh PGRI memiliki arti strategis. Ketua Umum PB PGRI bukan hanya memimpin organisasi, tetapi juga memikul harapan jutaan guru dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai organisasi profesi terbesar, Persatuan Guru Republik Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. PGRI lahir bukan hanya untuk memperjuangkan kepentingan profesi guru, tetapi juga ikut menjaga semangat kebangsaan dan pendidikan nasional. Sejak awal berdirinya, organisasi ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan.

Karena itu, ketika terjadi dinamika organisasi, perhatian guru sangat besar. Mereka berharap PGRI tetap solid dan fokus memperjuangkan kepentingan pendidikan, bukan terjebak dalam konflik berkepanjangan. Putusan Mahkamah Agung yang menjadi dasar penetapan Ketua Umum ini diharapkan mampu menjadi titik akhir dari berbagai polemik organisasi sehingga seluruh energi dapat kembali diarahkan untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Banyak tokoh pendidikan dan guru menyampaikan ucapan selamat atas penetapan tersebut. Di media sosial, berbagai doa dan harapan bermunculan. Ada yang berharap kesejahteraan guru semakin diperhatikan. Ada pula yang berharap PGRI semakin aktif meningkatkan kompetensi guru di era digital.

Harapan itu sangat wajar. Saat ini guru menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding masa lalu. Anak-anak tumbuh di era internet dan kecerdasan buatan. Informasi tersedia begitu cepat. Guru dituntut bukan hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menjadi pembimbing karakter dan literasi digital.

Di sinilah pentingnya organisasi profesi seperti PGRI untuk terus mendampingi guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Program pelatihan, peningkatan kompetensi digital, penguatan literasi, hingga perlindungan hukum bagi guru menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Bagi banyak guru senior, sosok Prof. Unifah juga dianggap memiliki kemampuan menjaga komunikasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat pendidikan. Kemampuan ini sangat penting karena dunia pendidikan membutuhkan kolaborasi, bukan konflik berkepanjangan.

Selain itu, kepemimpinan perempuan di organisasi besar seperti PGRI juga menjadi inspirasi tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam memimpin perubahan pendidikan nasional. Sosok Prof. Unifah menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan mampu hadir dengan kelembutan sekaligus ketegasan.

Bagi Omjay atau Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa organisasi guru harus terus menjadi tempat tumbuhnya semangat persatuan dan pengabdian. Guru Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu menyatukan hati dan perjuangan, bukan sekadar simbol administratif.

Pendidikan Indonesia hanya akan maju jika guru dihargai. Dan guru hanya bisa kuat jika memiliki organisasi yang kuat, sehat, dan dipercaya anggotanya. Karena itu, amanah besar yang kini diemban Ketua Umum PB PGRI periode 2024–2029 bukan tugas ringan. Dibutuhkan kebijaksanaan, ketulusan, dan keberanian untuk membawa organisasi tetap berpihak kepada guru.

Akhirnya, penetapan Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PGRI periode 2024–2029 menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Semoga amanah ini benar-benar menjadi jalan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, memperkuat profesionalisme pendidikan, dan menghadirkan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Sebab di tangan para guru, masa depan bangsa sedang ditulis setiap hari di ruang-ruang kelas Indonesia.

{“data”:{“prop_list”:[],”met_publish_data”:[{“effect_list”:””,”effect_source”:””,”is_parent_template_used”:false,”is_prop_panel_cache_list”:””,”met_parent_resource_ids”:””,”prop_category”:””,”prop_list”:””,”prop_panel_delivery_source”:””,”prop_panel_pin_type”:””,”prop_impr_position”:””,”prop_selected_from”:””,”resource_list”:””,”tab_key”:””}],”product”:”aweme”}}

Tinggalkan Balasan