Kata Pengantar Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.)

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd

guru88 Dilihat


Guru Blogger Indonesia

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk terus berkarya, berbagi, dan menebar manfaat melalui tulisan dan perbuatan.

Dengan penuh rasa hormat dan bangga, saya menuliskan kata pengantar ini untuk Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) — sebuah wadah yang lahir dari semangat pengabdian, ketulusan, dan cinta terhadap dunia literasi. YPTD bukan sekadar yayasan, tetapi telah menjadi rumah bagi para penulis Indonesia yang ingin menapaki jalan pengabdian melalui pena dan karya.

Saya mengenal sosok Bapak Thamrin Dahlan sebagai seorang tokoh yang rendah hati, visioner, dan konsisten menebar inspirasi lewat tulisan. Di usia yang tidak muda lagi, beliau tidak berhenti berkarya dan justru semakin produktif menulis, berbagi pengalaman hidup, dan membimbing generasi muda untuk menulis dengan hati. Dari tangan dan pemikirannya lahir YPTD — wadah bagi siapa pun yang ingin belajar menulis dan menerbitkan buku dengan semangat “dari kita untuk kita.”

Sebagai Guru Blogger Indonesia, saya sering bertemu dengan banyak guru dan penulis yang ingin menulis tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Banyak di antara mereka yang menyimpan naskah di laptop tanpa pernah diterbitkan. Di sinilah YPTD hadir membawa harapan baru. Yayasan ini tidak hanya memberi ruang bagi penulis untuk menerbitkan karya, tetapi juga memberikan bimbingan, motivasi, dan pendampingan agar setiap tulisan lahir dengan penuh cinta dan makna.

Saya menyaksikan bagaimana YPTD berkembang menjadi komunitas literasi yang kuat dan berjiwa sosial. Tidak ada batas usia, tidak ada sekat profesi. Semua bisa menulis, semua bisa berkarya. Prinsip yang dipegang teguh oleh YPTD adalah “berbagi tanpa pamrih” — sebuah nilai luhur yang kini mulai langka di tengah dunia yang serba digital dan pragmatis.

Kegiatan yang dilakukan oleh YPTD, seperti pelatihan menulis, penerbitan buku bersama, hingga gerakan donasi buku ke berbagai daerah, adalah bentuk nyata dari pengabdian terhadap literasi bangsa. Ini sejalan dengan semangat saya sebagai pendidik yang percaya bahwa tulisan adalah amal jariyah intelektual.

Saya sering mengatakan kepada para guru dan murid,

“Menulislah dengan hati, maka tulisanmu akan sampai ke hati orang lain.”

Dan saya melihat pesan itu hidup dalam setiap karya yang lahir dari penulis-penulis di bawah naungan YPTD. Tulisan mereka tidak hanya berisi informasi, tetapi juga mengandung nilai kehidupan, moral, dan kebijaksanaan yang menggerakkan pembacanya untuk berbuat baik.

YPTD telah membuktikan bahwa literasi bukan sekadar urusan menulis dan membaca, tetapi juga tentang membangun peradaban. Ketika orang mau menulis, ia belajar berpikir jernih. Ketika orang membaca, ia belajar memahami kehidupan. Dan ketika keduanya bertemu, lahirlah masyarakat yang lebih bijak dan beradab.

Saya percaya, apa yang dilakukan oleh YPTD di bawah bimbingan Bapak Thamrin Dahlan adalah sebuah perjuangan panjang yang tidak hanya mencetak buku, tetapi juga menumbuhkan karakter. YPTD telah menjadi jembatan antara penulis pemula dan pembaca yang haus inspirasi.

Sebagai sahabat literasi, saya ingin mengajak seluruh guru, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk bergabung dalam gerakan literasi ini. Mari bersama-sama kita wujudkan bangsa yang gemar membaca dan menulis. Mari kita dukung YPTD agar semakin banyak karya lahir dari tangan anak bangsa. Karena saya yakin, tulisan yang baik akan mengubah pikiran, dan pikiran yang baik akan mengubah dunia.

Kepada Bapak Thamrin Dahlan dan seluruh pengurus serta anggota YPTD, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan ketulusannya. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan agar perjuangan literasi ini terus berlanjut.

Semoga YPTD semakin kokoh menjadi pelita bagi para penulis Indonesia. Dan semoga semakin banyak lahir karya-karya inspiratif dari rahim yayasan ini, yang menebar semangat untuk tidak lelah menulis dan tidak lelah berbagi kebaikan.

Akhir kata, saya ingin menegaskan kembali pesan sederhana namun bermakna dalam perjalanan saya sebagai guru dan penulis:

“Menulis bukan hanya tentang apa yang kita tahu, tetapi tentang apa yang kita rasakan dan ingin kita wariskan.”

Selamat untuk YPTD yang terus tumbuh, terus menginspirasi, dan terus menjadi rumah bagi para penulis berhati mulia.
Teruslah berkarya, teruslah menebar kebaikan, dan jangan pernah berhenti menulis.

Jakarta, Oktober 2025
Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.)
Guru Blogger Indonesia
Sekjen Ikatan Guru TIK dan Informatika PGRI

 

Tinggalkan Balasan