Mencoba Konsisten: Satu Suara, Nada, dan Gaya

Literasi, Terbaru721 Dilihat
Suara nada dan gaya
Memadukan suara, nada dan gaya penting dalam menulis naskah buku. Sumber: Dok. Pribadi.

Paduan suara, vocal group terasa merdu di telinga ketika ada kekompakan suara. Ada perpaduan simfoni melalui kesatuan suara, nada dan gaya. Menulis buku juga demikian. Semua ini terkait satu sama lain dan bekerja sama untuk membentuk konten naskah.

Suara

Suara terkait kekhasan menulis dari seseorang yang terintegrasi ke dalam semua konten tulisannya. Ini adalah kombinasi dari diksi, tanda baca, gaya, nada, bercerita, ajakan bertindak, dan semua hal lain yang masuk ke dalam penulisan naskah yang hebat.

Nada

Nada memiliki kemiripan dengan suara. Ia dapat terbentuk dalam sebuah ringkasan, lebih spesifik dan menonjolkan kekhususan dari konten. Ini juga akan menjadi penanda apakah tulisan itu formal atau non formal nantinya. Jadi, jika menulis non fiksi, konsisten pada isinya sehingga nada tulisannya terlihat lebih formal.

Gaya

Sementara gaya lebih ke arah teknis tulisan. Ini melibatkan sintaks, struktur kalimat, serta pilihan kata dan tata bahasa. Apakah itu EYD atau PUEBI, akan nampak pada gaya. Seperti kita ketahui, naskah buku non fiksi tidak bosa terpisahkan dari kalimat majemuk hingga kalimat kompleks. Ketepatan penggunaan struktur kalimat menjadi keahlian tersendiri seorang penulis dalam menerapkan gaya menulisnya.

Saat menulis naskah, banyak keputusan kecil perlu dibuat dan dirujuk kembali agar tetap konsisten. Misalnya, seorang penulis harus memutuskan apakah akan menggunakan orang pertama atau ketiga, apakah akan berbicara secara percakapan atau profesional, dan apakah akan menggunakan koma atau tidak, dsbnya.

Tinggalkan Balasan