Episode Kebersamaan yang Harus Terabaikan

Cerpen, KMAB, YPTD734 Dilihat
Cover buku oleh Ajinatha

Pukul 21 lewat 3 menit, sekitar pertengahan Desember 2020 muncullah chat dari mas Rizal ke WAG Telur Ceplok.

“Salaaaaaam. Khusus Trio Emak, ikutan kelas bareng Daeng Khrisna, ya? Syaratnya gampang

1. Tulisan udah tayang di K.

2. Cantumkan link artikel fiksi/nonfiksi di Artikel KPB.

3. Kirimkan draft tulisan versi word di grup menulis. Belajarnya setiap 2 hari. Ini jadwal kelasnya;

BERITA HANGAT

Salam literasi!

Teman-teman, besok kita akan memulai Kelas Menulis Bersama Komunitas Penulis Berbalas dan Khrisna Pabichara. 

*Kapan?*

Setiap dua hari sekali (satu hari ada kelas, satu hari kosong)

*Waktunya?*

16.00 s.d. 17.30 Fiksi (Puisi dan Cerpen)

18.30 s.d. 20.00 Nonfiksi (Artikel)

*Bahasannya?*

Sesi Fiksi akan membahas 5 Puisi dan 3 Cerpen

Sesi Nonfiksi akan membahas 3 Artikel

*Tulisan Siapa?*

Akan disampaikan setiap pagi di grup. Tulisan siapa saja yang akan dibahas di kelas.

Jadi, lihat informasinya setiap pagi, ya? Mohon hadir di kelas sesuai waktu. Anda telat, Anda rugi.

Salam lagi!

Admin

*Catatan:*

Jumlah pembahasan disesuaikan dengan tulisan yang masuk.

***

Sebuah informasi yang sangat menarik bagi pemula sepertiku. Namun ada kabar lagi kalau kegiatan mulai esok hari. Waaaooow!

Mbak Lina yang berkomentar dan tertarik. Sementara aku hanya menyimak. Dan mbak Ummu entah baru ngapain.

“Cara daftar bagaimana, Pak?” Tanya mbak Lina.

“Copas link artikel aja. Gak pake daftar-daftar. Nanti aku masukkan ke kelas.”

Link event itu akhirnya dikirimkan ke grup Telur Ceplok bertajuk “Khrisna Pabichara dan KPB Tutup Tahun”

“Ini link KPB. Copas link artikel yang mau diikutkan di kolom komentar. Boleh lebih dari 3 artikel. Tapi, maksimal yang lolos kurasi 3 tulisan.Terus, artikel versi word, dikirim di grup.”

“Siap, Pak…”

“Ikutan, ya?”

***

“Mbak Ummu ama Mbak Ida piye?”

“Sampun sare, Pak.” Balas mbak Lina.

Akhirnya mbak Ummu muncul.

“Ada apaan ini malam-malam?”

“Hayuk ikutaaaan!” Ajak mas Rizal.

“Itu woro-woro (pengumuman) panjang amat. Sebentar njih ini masih mau beresin bocils. Nanti disimak.”

Aku belum ambil keputusan. Cuma menyimak saja chat sahabat-sahabat di Grup Telur Ceplok.

“Mbak Lina udah kumasukkan ya?”

“Terima kasih, Pak. Lagi cari link ini.”

Terus terang kalau membaca chat mbak Lina, kunilai dialah orang yang paling sopan dalam berkomunikasi dengan mas Rizal. Mungkin dia merasa paling muda. Selisih umurnya denganku saja lumayan. Apalagi kalau dengan mas Rizal. Hahahaaa.

“Iya. Santai aja.” Balas mas Rizal.

Merasa tak enak hati, kuketikkan balasan atas ajakan mas Rizal. Aku tuliskan kalau aku menyimak manut mbak Ummu.

“Aih… ” komentar mas Rizal singkat. Seolah dia tahu kalau aku tak mau mengikuti event itu.

“Jam pelajaran (event) pas jam sibuk sama anak, mas. Plus aku belum tentu bisa nyimak. Hadehhh.”

Mbak Ummu pun ternyata juga ribet di jam-jam itu.

“Wah itu jamnya pas jam ribet anak-anak, om. Kemarin aja pas Kompasianival cuma bisa simak mas Nadiem. Yang lain gak kober.”

Membaca alasan mbak Ummu, aku perlu menjelaskan tentang keadaanku yang tak memungkinkan.

“Mas Rizal, sebenarnya aku seneng diajak gabung di event KPB itu. Tapi karena konsepnya ada kelas menulis terus aku nggak bisa nyimak dengan baik, jadi kali ini aku belum gabung ya. Soalnya aku masih pemulihan. Aku ngurangi penyebab kepanikan. Kalau panik, aslamku naik lagi. Huhuuhuuu”.

“Bagiku. Sing penting ikutan.

Kelasnya, buat tambahan aja. Kan bisa disimak kapan luang? Begitu… Biar nanti entah kapan, bisa tahu pola kurasi ala Daeng KP.

Lalu mas Rizal menekankan lagi satu hal.

“Satu lagi. Kebersamaan.”

Ya berulang kali dia berhasil mengajakku untuk ikutan event menulis dengan alasan kebersamaan. Namun kali ini, aku ukur bajuku sendiri. Aku lebih mengutamakan kesehatanku. Tak peduli apa anggapan mas Rizal.

 

Branjang, 23 Juli 2022

 

Tinggalkan Balasan