Memperkenalkan Handphone untuk Anak Tunanetra

Teknologi sangat dibutuhkan setiap harinya oleh setiap orang. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, hampir semua membutuhkan teknologi. Begitu pula dalam hal pendidikan.

Di masa pandemi ini terutama, di mana pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Pastilah membutuhkan media untuk belajar. Handphone.

Tentu saja penggunaan handphone untuk anak usia Sekolah Dasar harus dengan pendampingan dari orang tuanya. Bahkan untuk jenjang-jenjang di atasnya. Orang tua juga masih harus mendampingi mereka.

Bagi anak pada umumnya akan mudah mempergunakan handphone untuk belajar mereka. Namun bagaimana dengan anak tunanetra?

Anak tunanetra juga bisa mengenal dan mempergunakan alat komunikasi ini. Tentunya tidak seperti anak normal yang dapat mempergunakannya cukup dengan mengetik dan melihat apa yang diketik.

Bagi anak tunanetra harus dibimbing terlebih dahulu untuk mempergunakan handphone. Karena cara mempergunakan handphone harus dengan mengaktifkan talk back yang ada dalam handphone. Sehingga handphone akan bersuara ketika aplikasi tertentu dipergunakan.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh guru, orang tua atau pendamping awas adalah mensetting agar talk back aktif. Kemudian anak diperkenalkan bahwa aplikasi-aplikasi dalam handphone dapat didengarkan dengan aktifnya talk back tersebut.

Langkah selanjutnya adalah guru memperkenalkan handphone kepada anak didik tunanetra. Meski anak tunanetra mungkin sering memegang tetapi pasti si anak tunanetra hanya sekedar memegang saja.

Langkah selanjutnya adalah guru menjelaskan cara mempergunakan handphone yang telah disetting untuk dapat berbicara tersebut. Guru mengenalkan tombol back, home dan letak-letak aplikasi yang akan dipergunakan.

Anak diberikan pengarahan agar mempergunakan aplikasi yang benar-benar akan dipergunakan dalam belajarnya. Contohnya whatsapp. Karena anak-anak lebih sering mempergunakan aplikasi ini untuk belajar jarak jauh.

Guru harus melatih anak tunanetra untuk memencet menuju ke aplikasi tersebut secara berulang agar lebih paham. Karena dengan mengaktifkan talk back ini, untuk masuk ke aplikasi-aplikasi yang ada harus dipencet dua kali secara cepat.

Pada awalnya anak tunanetra memang akan mengalami kesulitan. Tetapi dengan latihan dan sering mempergunakannya, maka anak akan terbiasa dan mudah mengoperasikannya.

Guru juga harus menekankan bahwa anak harus bijak dalam mempergunakan handphone. Handphone diperggunakan untuk komunikasi dan belajar. Tidak hanya untuk gaya-gayaan. Bukan untuk bermain game. Dan tidak hanya membuka youtube saja. Dan juga harus ingat waktu.

 

Tinggalkan Balasan