Mobil Sekolah Penyelamatku dari Tersesat

Cover by Ajinatha

Aku terduduk lemas. Aku lapar dan haus. Aku merasa jauh sekali letak sekolahanku. Padahal aku merasa jaraknya dekat ketika berangkat ke rumah guruku bersama teman.

Minggu pagi itu aku bersama teman-temanku pergi ke rumah guruku. Mau mengaji. Meski kami anak SLB, kami diajari mengaji Iqra’.

Aku dan teman-teman berjalan kaki ke rumah bu guru. Bu Asmi. Jarak dari sekolah dan asrama katanya 2 km.

Kami berjalan bareng dengan bersenda gurau. Teman-teman sudah sering ke rumah bu Asmi. Sementara aku, baru pertama kali ke sana. Karena aku baru beberapa minggu masuk sekolah dan asrama.

“Alhamdulillah, Eni ikut mengaji ya..”, sambut bu Asmi.

“Iya, bu..”.

Kami mengaji secara bergilir. Taufik, Maman, Ana, Yuli, Eko dan aku.

Setelah selesai mengaji, Bu Asmi menyuguhi kami dengan air minum yang diberi sirup. Ada kue apem dan peyek. Wah.. Suka sekali. Hehe..

***

“Nanti kalau mau pulang, bu Asmi antar pakai motor ya.. Nanti sama mas Bagas.. Tapi Bergantian.. Karena panas banget.. Oke?”, kata bu Asmi.

Kami menganggukkan kepala. Bu Asmi dan mas Bagas telah mengantar Taufik dan Maman. Kami berempat menunggu.

Tak lama kemudian, bu Asmi dan mas Bagas sampai rumah. Berarti Taufik dan Maman sudah sampai di asrama. Giliran selanjutnya adalah Yuli dan Eko. Aku dan Ana menunggu.

“Aku ke kamar mandi dulu ya, En..”, kata Ana.

“Oke..”.

Ana lama banget ke kamar mandinya. Bu Asmi dan mas Bagas, anaknya bu Asmi, juga belum sampai rumah.

Aku akhirnya mau pulang ke asrama dengan berjalan kaki. Ana ku tinggal saja. Hehe.

***

Aku meminum air yang tinggal sedikit dari botol yang ku bawa dari rumah bu Asmi. Tenggorokanku lumayan basah. Tapi laparku..

Aku masih bingung mau berjalan ke arah mana. Mau tanya ke orang juga takut banget. Karena tidak ada yang aku kenal.

Aku masih duduk di tempat parkir sebuah toko. Hmmm andai punya uang, tentu aku akan membeli makanan di toko itu.

Kusapukan pandangan ke parkiran toko. Sekilas ku lihat sebuah mobil yang sering ku lihat. Mobil sekolahanku.

Aku segera berlari menuju mobil itu. Aku menunggu di dekatnya.

***

“Eni.. Kamu ngapain di sini?”, tanya seorang bapak. Pak Min.

“Aku mau pulang ke SLB, pak.. Tapi tidak tahu jalannya..”, jawabku.

“Ya Allah.. Lha dari mana kamu?”.

“Dari rumah bu Asmi, pak..”,

“Ya Allah, apa kamu cuma sendiri?”

“Ayo, pak Min antar ke asrama..”, lanjut pak Min tanpa menunggu jawabanku.

Akhirnya aku diantar pak Min. Selama dalam perjalanan aku ditanyai banyak sama pak Min. Kenapa bisa tersesat. Kenapa tidak menunggu bu Asmi kalau mau pulang. Dan banyak lainnya.

Oh iya, di dalam perjalanan, aku diberi roti sama pak Min. Akhirnya perutku isi juga. Hehe.

Rasa takutku karena tersesat juga sudah sirna. Aku akan segera sampai asrama. Bertemu teman-teman dan ibu asrama.

Kata pak Min, Bu Asmi dan mas Bagas juga menungguku. Dan kata pak Min, semua panik dan mencariku. Karena aku menghilang dari rumah bu Asmi.

 

 

Tinggalkan Balasan