HH: Hati-Hati Karena Punya Hati

Terbaru, YPTD3 Dilihat

HH: Hati-Hati Karena Punya Hati

HH boleh saja dimaknai Hati-Hati. Namun, jangan lupa, ada kata hati di dalamnya. Hati berbeda dengan hati-hati. Hati adalah tempat rasa bersemayam; hati-hati adalah sikap ketika melangkah agar tidak melukai, tidak tergelincir, dan tidak membuat orang lain tersandung. Maka, orang yang benar-benar hati-hati biasanya justru karena ia memiliki hati. Hatinya elok, lembut, dan tahu menjaga perasaan sesama.

Begitu pula TD. Boleh dimaknai Tahu Diri. Boleh pula, kalau sedang bercanda ala Melayu, diterjemahkan menjadi Tuan Datuk. Nama dan singkatan kadang memang punya banyak tafsir. Yang penting jangan sampai salah tafsir terhadap hati. Sebab hati tidak kelihatan, tetapi terasa. Perbuatan seseoranglah yang kemudian menjadi cermin hatinya.

Ada seorang sahabat perusuh Semarang di Disway.id. Namanya Pak Mario. Beliau sudah punya rekor ikut Gathering Disway lebih dari lima kali. Hebatnya bukan hanya soal jumlah kehadiran. Pak Mario juga dikenal super hati-hati, terutama dalam menjaga silaturahmi. Acap menyapa siapa saja di kolom komentar Disway.id. Sederhana saja: menyapa. Tetapi dari sapaan kecil itulah terasa bahwa ada hati yang besar.

Awak beberapa hari ini pura-pura sibuk dengan urusan literasi. Tiba-tiba Pak Mario mengirim kabar-kabari sembari share Majalah Tempo versi e-book. Terima kasih, Pak Mario. Terima kasih. Inilah yang disebut silaturahmi tanpa protokol. Tidak perlu menunggu bertemu, tidak perlu menunggu acara besar. Cukup menyapa. Sebab terkadang satu sapaan lebih berharga daripada seribu kata yang tidak pernah dikirimkan.

Abah kita pun, Dahlan Iskan, punya kebiasaan menyapa. Paling tidak melalui media sosial, lewat Disway Morning, tulisan, komentar, dan berbagai kesempatan ketika bertatap muka. Kebiasaan baik seperti ini patut dicontoh. Menyapa bukan tanda sedang tidak punya pekerjaan. Justru menyapa adalah pekerjaan hati. Dan menariknya, HH juga boleh diterjemahkan secara komedian: Ha Ha. Maka lengkaplah sudah: Hati-Hati, punya Hati, lalu Ha Ha. Hidup menjadi ringan karena hati terjaga dan persahabatan tetap menyala.

Salam salaman,
TD

Tinggalkan Balasan