SABA Day

Terbaru608 Dilihat

Pergilah! Aku Rindu

Akibat dari adanya Pandemi Covid 19 menghambat dalam segala seni kehidupan, dunia pendidikan cukup dibuat kerepotan, sampai saat inipun masih dalam proses terbatas pembelajaran. Segenap strategi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi kemampuan sumberdaya guru dan kemampuan sekolah dalam mengelola, bagaimana kegiatan pembelajaran tetap berjalan.

Kendala dalam proses pelaksanaanya kerap ditemui, namun karena hal itu disatu sisi meberikan efek positif bagi sumberdaya guru. Dimana guru dituntut mengembangkan potensi dirinya, hal ikhwal kemampuan Digital tak bisa ditawar-tawar. Kemampuan itu menuntut untuk dikuasai, hanya teknologi digital yang bisa dilakukan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Menguasai teknologi, bukan berarti lancar segala-galanya dalam proses kegiatan belajar. Teknologi digital tak lepas dari daya dukung lainya, diantaranya jaringan internet.

Nah, jaringan internet ini kendala tersendiri bagi satuan pendidikan didaerah. Harus diakui keterbatasan jaringan tidak merata didaerah, kendala itu cukup dirasakan dinamikanya. Blankspot,jaringan lemot acapkali menghambat.

Apakah hal itu tidak membuat stress?. Tentu dapat terbayangkan. Tak pelak strategi proses pembelajaran tidak terfokus hanya pada digital atau daring saja, maka diputuskanlah dengan kombinasi yaitu Daring dan Luring.

Dengan startegi tersebut cukup membantu dalam pelaksannya, disatuan pendidikan kami. Pembelajaran daring terlaksana bila jaringan stabil, bila sebaliknya kami menerapkan luring. Diakui hal itu menjadikan jadwal kegitan pembelajaran tidak baku, kami mengambil sikap pleksible disesuaikan dengan situasi dan kondisi demi terselengaranya kegiatan belajar mengajar.

Lantas bagimana dengan situasi kondisi siswa-siswi kita, apakah antusias dalam pelaksanaan belajarnya?. Tentu kondisinya beragam, Banyak siswa yang kehilangan motivasi belajar karena mungkin jenuh dengan prosesnya yang tidak se-asyik dan senyaman ketika belajar dikelas.

Tidak itu saja, peran orangtuapun sangat dibutuhkan. Disatuan pendidikan kami hal itu merupakan dinamika tersendiri. Orantua yang mayoritas berpendidikan rendah berakibat kebingungan memotivasi terhadap anak-anaknya. Keluhan kerap terdengar, bagaimana anaknya tidak mengindahkan apa yang harus dilakukan. Malas belajar dan lain sebagainya.

Kujungan guru ke rumah siswa kerap dilakukan, dengan harapan tetap terjalin komunikasi yang baik dengan orangtua dan siswa. Jujur bila dirasa situasi ini menjadikan kami memiliki beban tanggungjawab yang lebih berat, namun hal itu berusaha kami tanggung bersama tanpa oranglain tahu yang sebenarnya.\

Kebijakan Pelaksanaan Tatap Muka Terbatas (PTMT), memberikan angin segar bagaimana rindunya kami untuk bertemua peserta didik.Segala daya kemampuan untuk memenuhi syarat yang ditentukan PTMT kami lakukan, seraya berdo’a semoga situasi Pandemi Covid 19 segera hilang, dan kita bisa melakukan aktivitas sebagaimana mestinya.

Hal terberat yang dihadapi bila situasi Pandemi Covid 19 masih tetap ada, bagi kami adalah perubahan karakter siswa. Harus diakui dampak dari kemajuan digitalisasi mempengaruhi prilaku dan orientasi hilangnya minat belajar, contoh kecil banyak waktu luang yang seharusnya digunakan untuk belajar malah terisi dengan bermain games online atau games offline.

Namun apadaya kandung sebagai insan pendidik, tak henti dan tak akan lelah karena hari-hari akan selalu berhadapan dengan dinamikan pendidikan dengan segala kendala dan keberhasilan yang ada. Hari ini terselesaikan, esok lusa akan ditemui kembali yang terpenting saat ini, dukung kami, semangati kami. Mari kita optimis bersama bahwa cobaan ini pasti akan segera berlalu.

 

Salam literasi

KMAA Day 11 YPTD

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan