KMAB 16
Perjalanan Hidup
Mengikuti Tes
Oleh Lusia Wijiatun

sumber:kitalulus.com
Tibalah hari yang dinanti-nantikan, setelah menunggu sekian hari, akhirnya Tami berangkat lagi ke ibukota Provinsi. Untuk memenuhi panggilan tes guru.
Maka Tami segera berangkat, kali ini ia tak lagi bersama teman-temannya. Ia berangkat bersama dengan kakak iparnya, yang ikut serta dalam tes tersebut.
Sejak awal penulisan lamaram kakak ipar Tami memang sudah ikut serta, namun terkadang Tami yang membantu menyelesaikannya. Keberangkatan yang lalu kakak iparnya ikut bersama-sama dengan rombongan.
Keberangkatan kali ini membutuhkan waktu beberapa hari. Maka Tami ikut kakak iparnya menginap di rumah saudaranya. Nah.., Tami jadi berpisah dengan teman-temannya. Walaupaun tidak berangkat bersama-sama nanti akan ketemu di tempat pelaksanaan tes.
Sampai di ibukota provinsi dan menumpang di rumah saudara iparnya, Tami langsung mencari lokasi tempat pelaksanaan tes. Supaya esok hari tak usah mencari-cari dan supaya tidak terlambat.
Lokasi pelaksanaan tes, ternyata berada di sekitar rumah saudara kakak iparnya. Hanya dengan berjalan kaki kurang lebih 20 menit. Lokasinya juga berada di dekat pasar. Jadi saat tes, bila membutuhkan sesuatu maka akan mudah memperolehnya.
Keesokan harinya, sesuai dengan waktu yang ditentukan Tami pun berangkat. Tes dilaksanakan dua hari. Jadwal hari pertama adalah tes tertulis, sedangkan hari kedua adalah tes lisan dan wawancara.
Tes tertulis dilaksanakan selama satu hari, dari pukul . 09.00- 14.00. Selesai hari itu, Tami agak merasa lega, kelihatannya Tami dapat mengerjakan soal-soal tes. Untung saja tes tersebut jaraknya tidak terlalu jauh dengan ujian sekolah. Sehingga Tami masih ingat pelajaran –pelajaran yang diujikan.
Yang menjadi permasalah bagi Tami adalah tes lisan dan wawancara. Tami agak sulit bila menjawab pertanyaan langsung. Karena Tami merasa gugup dan gemetar bila menjawab pertanyaan-secara lisan. Apalagi wawancara, Tami berpikir apa ya yang ditanyakan besok?
Sampai di rumah, Tami membuka buku catatan yang dibawanya. Ia mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang mungkin ditanyakan besok. Terutama pelajaran ilmu keguruan dan psikologi anak, dibuka lembar demi lembar lalu dibaca. Semoga besok dapat soal yang agak mudah dan dapat dijawab dengan baik.
Tes hari kedua dilaksanakan pada pukul 09.00. Sama dengan hari pertama peserta duduk di ruang yang sama. Mereka masuk ke kelas satu persatu dengan tertib. Begitu juga Tami, ia masuk dengan hati berdegup kencang. Ia berdoa dalam hati, semoga ia nanti tidak gugup dan gemetar.
Setelah diberi pengarahan, peserta dipersilahkan keluar semua. Tes lisan akan dilaksanakan satu-satu. Peserta akan dipanggil secara bergiliran sesuai dengan nomor tes atau nomor ujian.
Tes lisan dan wawancara segera dimulai, satu persatu peserta masuk ke ruangan. Sekitar 5-sampai 10 menit baru keluar dan dilanjutkan giliran berikutnya.
Tibalah giliran Tami, hatinya deg deg kan,ditariknya nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya. Tak lama kemudian iapun keluar, Hatinya lega, wajahnya terlihat ceria bahkan tersenyum puas. Tami dapat menjawab semua pertanyaan yang dajukan. Berikut wawancara juga dapat dilakukan dengan baik oleh Tami.
“ Semoga aku lulus dalam tes ini,” katanya dalam hati.
Tami terlihat yakin sekali, mungkin saja ia benar benar lulus dan diterima menjadi guru Negeri. Semoga
Pelaksanaan tes hari kedua selesai pada pukul 14.00. Sambil menunggu pengumunan dan peserta lain selesai, Tami hanya duduk-duduk saja di lokasi itu.
Peserta terakhir keluar dari ruangan, kemudian terdengar suara dari pengeras suara, yang mengumumkan bahwa pengumuman lolos atau tidak menjadi guru adalah bulan depan. Pengumuman akan ditempel di kantor kepegawaian. Bila diterima segera mengisi formulir lagi.
Demikian informasi yang dapat didengar oleh Tami. Dan Tami pun segra pulang.


