
Buku Puisi ke-6
“Bukan sok puitis, hanya suka saja. Mari berkarya dan ukir sejarahmu sendiri.”- Aam Nurhasanah
Bagi penulis pemula, hal pertama yang terasa sulit adalah mencari ide dan memulai tulisan. Hemm, saya harus menulis tentang apa ya? Bagaimana membuat kalimat pembuka yang menarik? Judulnya apa ya? Apakah tulisan saya layak untuk dibaca? Beberapa pertanyaan tersebut, pernah saya alami saat pertama kali bergabung di kelas Belajar Menulis yang diprakarsai oleh Om Jay.
Rasa bingung, tidak percaya diri, takut tulisan dibuli karena terbiasa typo atau salah ketik adalah pemikiran yang selalu menghantui para penulis pemula. Beberapa alasan lainnya adalah orang tersebut takut menulis di blog karena malu dengan gelar yang disandang. Jadi ada pemikiran begini, takut ditertawakan jika ada kesalahan terkait Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang nantinya akan menjatuhkan harga dirinya.
Sebagai penulis pemula yang ingin melebarkan sayapnya, mari kita mulai menulis dari hal yang kita sukai. Mengapa demikian? Hal ini akan saya buktikan dengan berbagai hal yang saya sukai, bermuara pada lahirnya sebuah buku.
- Suka menjadi moderator, lahirlah buku “Kunci Sukses Menjadi Moderator Online”
- Suka menulis kisah inspiratif, lahirlah buku “Blogger Inspiratif”
- Suka menulis puisi, lahirlah beberapa buku genre puisi yang berjudul Semai Sukma Ksatria, Makk!!! Sajak terindah untuk ibu, Patidusa Pujangga Wiyata, Rinai Rindu Sang Guru, Perangko Merah Muda, dan Puisi Kemerdekaan yang lahir di bulan Agustus ini.
- Suka Pantun lahirlah dua buku pantun dengan judul Rona Ramadan dan Pantun Merdeka Cintai Budaya Negeri.
- Suka menulis antologi maka lahirlah 20 buku antologi yang akan memperbanyak jejak pena kita di masa depan.
Maka, menulislah hari ini. Rajinlah menulis setiap hari. Dengan menulis hal yang kamu sukai, biasanya menulis akan terasa mudah dan mengalir begitu saja. Tulislah segala ide yang berserak. Tunda dulu untuk menyunting tulisan. Jika kita mengedit saat kita menulis, ide akan menjadi buyar dan hilang. Jadi editlah tulisanmu jika apa yang kita tulis tadi sudah tertuang semua ke dalam tulisan.
Hal yang sering terlupa oleh para penulis pemula adalah buru-buru memposting tulisan tanpa membaca kembali dan merevisi tulisan yang typo (salah ketik). Jika kita terbiasa membaca ulang apa yang kita tulis, kita akan terhindar dari kesalahan penulisan.
Ternyata menulis hal yang disukai terasa menyenangkan. Tulisan ini mengantarkan saya kepada postingan ke-16 Karena Menulis Aku Ada (KMAA). Ayo kita tuliskan hal-hal yang kamu sukai dan mulailah menulis.
“Biarlah tulisanmu menemui takdirnya.”
#KarenaMenulisAkuAda(KMAA)
#Day17KMAAYPTDChallenge







