RESELLER RESE,GIMANA CARA NGADEPINNYA?

Terbaru558 Dilihat

Beberapa bulan kemarin saya mendampingi mentee newbie (pengusaha pemula binaan mentoring) yang membuka bisnis bidang kuliner. Alhamdulillah Allah ijinkan berhasil berkembang dengan omzet belasan juta padahal baru mulai buka.

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah waktu mentee ngurus tim reseller/dropshiper. Namanya juga manusia tentu beda beda karakter dan kelakuannya.

Nah yang menonjol itu ketika beberapa reseller atau dropshiper bertingkah ngatur mentee saya. Mereka bikin aturan sendiri atau bikin syarat syarat semau gue. (cuung yang pernah ngalamin hal yang sama).

Contohnya, ada yang mentang mentang banyak ordernya minta waktu pembayaran ditangguhkan semau dia. Harusnya cash atau kredit seminggu ini mah bayarnya bebas gimana sultan. Kadang tiga minggu,bahkan sebulan lebih

Ada yang maunya hanya bayar orderan sebelumnya aja, order baru dibayar nanti kalau dia order lagi. Jadinya kehitung ngemodalin dia kan.

Ada juga yang pengennya barang dikirim ke konsumen free ongkir (padahal pesennya dikit banget). Alasannya kalau via Shopxx juga free ongkir.

Yang lebih asik lagi mah ada dropshiper yang ngotot minta turun harga dengan alasan biar sama dengan produk sejenis di pasaran (padahal produk kita mah jauh lebih enak😭😭😂).

Kacaunya belakangan ketahuan ternyata dia naikin harga diatas harga yang ditentukan.Jadi ke kita minta diskon gede tapi dia jual lagi jauh lebih tinggi dari seharusnya.

Macam macam lah. Tapi ya emang gitu dinamika dunia reseller mah. Rame, penuh drama (soalnya kebanyakan reseller pan emak emak.)

Nah untuk antisipasi kejadian beginian, kita support si owner untuk bersikap tegas. Memang sih kalau kita masih newbie dan bisnis/produk kita brandnya belum kuat, akan berhadapan tuh dengan kejadian beginian.

Penyebabnya bisa jadi karena mental si owner belum kuat menghadapi tekanan, pengalaman belum cukup menghadapi beragam jenis orang, keterampilan komunikasi belum bagus, kepemimpinan masih lemah, dan sistem yang belum jadi.

Pastilah akan mengalami hal kaya diatas.

Nah begitu juga si mentee saya. Kelabakan dia dikerjain kiri kanan. Lalu kita bantu dampingi dia cari solusi. Kita cari masalahnya dimana.

Kayanya,si owner ni kurang PD ama bisnisnya sendiri. Jadi kita dorong dia agar yakin dan berani bertindak tegas menghadapi dropshiper dan reseller- reseller rese itu.

Awalnya kita kasih pengumuman dulu tentang aturan aturan bisnisnya. Jaga jaga mungkin aja reseller dan dropshiper itu lupa ama aturan bisnisnya.

Lalu kita kasih penekanan dan penegasan. Ini kan bisnis kita. Bukan kita yang harus ikut aturan dan kemauan mereka. Mereka yang harus ikut aturan kita.

Emang sih akibatnya banyak yang keluar, ga mau jadi reseller/dropshiper lagi. Panik juga ownernya lihat timnya pada kabur.Tapi kita yakinkan dia bahwa itu mah seleksi alam.

Mereka yang keluar berarti ga mau ikut aturan kita. Jelas pan kita ga butuh orang orang seperti mereka. Bisnis dibangun dengan semangat saling menghargai dan menghormati.

Kita hanya butuh orang orang yang mau bekerjasama dengan kita.Bukan mau merusak bisnis kita demi kepentingan mereka sendiri.

Selanjutnya kita lakukan langkah kedua dengan memperbaiki sistem perekrutan,komisi, dan pemeliharaan jaringan.

Alhamdulillah mulai berdatangan lah reseller dan dropshiper baru yang baik baik. Bisnispun berkembang lebih besar dengan keuangan yang lancar.

Jadi temen temen newbie yang sedang berjuang membangun bisnis dan mengurus jaringan, jangan putus asa kalau dropshiper dan resellermu rese.

Itu hal alamiah yang akan dihadapi ketika bisnis kita belum cukup kuat brand dan sistemnya. Jangan takut kehilangan reseller rese. Biar aja mereka pergi toh adanya mereka juga malah bikin susah.

Fokus perbaiki sistem, merekrut tim terbaik, dan membangun brand. Insyallah akan datang orang orang terbaik dan bisnis kita akan makin berkembang.

Semangat. Sukses untuk semua.

Moga ada manfaatnya..

Silakan share jika ada manfaatnya.

 

Ageng Sultan Erucakra.

Whei Ghou Zhien

Tinggalkan Balasan