Yayasan Jantung Indonesia (YJI) merupakan organisasi sosial-kesehatan nasional yang bergerak di bidang pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. YJI didirikan pada 9 November 1981 di Jakarta oleh para dokter, tokoh masyarakat, dan pemerhati kesehatan yang memiliki kepedulian terhadap meningkatnya angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia.
Pada masa itu, penyakit jantung mulai muncul sebagai penyebab kematian utama, seiring perubahan pola hidup masyarakat: berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya konsumsi lemak, kebiasaan merokok, serta stres perkotaan. Tenaga medis dan rumah sakit dinilai tidak akan mampu menekan masalah ini hanya melalui pengobatan. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan baru: pencegahan berbasis masyarakat.
YJI kemudian berkembang menjadi organisasi nasional yang memiliki:
-
Pengurus Pusat
-
Pengurus Provinsi
-
Pengurus Kabupaten/Kota
-
Klub Jantung Sehat di tingkat komunitas
Sejak awal berdiri, YJI menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam upaya pencegahan penyakit jantung.
“Pelopor Gaya Hidup Sehat.”
Semboyan ini memiliki makna bahwa YJI tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan, tetapi menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat agar hidup lebih sehat sebelum terjadi penyakit.
Makna “Pelopor”
YJI berperan sebagai:
-
penggerak
-
pengajak
-
teladan
-
pendamping masyarakat
Artinya, YJI hadir bukan saat orang sudah sakit, tetapi sebelum masyarakat menjadi pasien.
Akronim SEHAT yang digunakan dalam kampanye Yayasan Jantung Indonesia (YJI) adalah pesan sederhana agar masyarakat mudah mengingat perilaku pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, dimana
SEHAT berarti:
S – Seimbangkan gizi
Makan dengan pola gizi seimbang: perbanyak sayur & buah, batasi gula, garam, dan lemak jenuh/trans fat, serta kontrol porsi makan.
E – Enyahkan rokok
Berhenti merokok dan hindari asap rokok (perokok pasif). Ini salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung.
H – Hindari stres
Kelola stres dengan baik: istirahat cukup, relaksasi, ibadah, hobi, olahraga ringan, dan menjaga kesehatan mental.
A – Awasi tekanan darah
Rutin cek tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Banyak orang terkena hipertensi tanpa gejala (“silent killer”).
T – Teratur berolahraga
Aktivitas fisik minimal ±30 menit sehari, 3–5 kali seminggu (jalan cepat, bersepeda, senam jantung sehat, dll).
Akronim SEHAT ini sebenarnya berjalan berdampingan dengan program CERDIK dari Kementerian Kesehatan, dan YJI juga sering memakainya sebagai bahasa edukasi yang lebih mudah dipahami masyarakat untuk menggerakkan kampanye nasional perilaku hidup sehat yaitu :
CERDIK
-
Cek kesehatan secara berkala
-
Enyahkan asap rokok
-
Rajin aktivitas fisik
-
Diet sehat seimbang
-
Istirahat cukup
-
Kelola stres
Program ini bisa menjadi dasar edukasi seluruh relawan YJI dalam masyarakat.
SEHAT dan CERDIK sebagai Dasar Edukasi Relawan
Seluruh relawan Yayasan Jantung Indonesia dapat menggunakan konsep SEHAT dan CERDIK sebagai kerangka edukasi dalam setiap kegiatan masyarakat agar mudah dipahami semua kalangan, dari anak sekolah hingga lansia.
Dengan SEHAT dan CERDIK, pesan kesehatan tidak berhenti pada teori, tetapi diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Relawan mengajak masyarakat melakukan perubahan kecil namun konsisten, karena pencegahan penyakit jantung bukan ditentukan oleh satu tindakan besar, melainkan oleh kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Melalui gerakan ini, YJI berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk mulai hidup sehat, tetapi membangun kesehatan sejak dini. Pada akhirnya, SEHAT dan CERDIK bukan hanya program kesehatan, melainkan budaya hidup yang melindungi kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat.










Sangat informatif dan bermanfaat. Terima.kasih ulasannya, Pak.