Flamboyan November

  Flamboyan Nopember Tung Widut   Selamat siang Terucap dari bibir lelah Menempuh perjalanan hampir seharian Dari kota metropolitan kedua Menuju tanah kelahiran   Seratus km terlampaui sudah Bus dengan

Keluh Anakku

Keluh Anakku Tung Widut   Yang berbaring di peraduan Mengeluh dengan peluh Rasa  dingin  menggigil seluruh tubuh Merengek mengaduh   Badan terasa berat Seakan tak tahan walau sekejap Menangis tanpa

Rindu Itu Masih Ada

    Rindu Itu Masih Ada Tung Widut   Bertahun sudah menyimpan kenangan Hari demi hari sekilas memandang Ada getar yang tertahan Sebenarnya itu rindu   Sapa mu hari ini

Pantai Serit

Pantai Serit Tung Widut   Mengisi Minggu Pantai alami belum banyak dijamah Keindahan diantara teluk   Debur ombak menyapa ramah Antara buih memcarkan tanda Pantai curam berbahaya   Tak hanya

  Pandanglah Diri Tung Widut   Apa yang kau cari dalam hidup Bukankah kau percaya Tuhan itu maha segalanya Memberikan apa yang kau minta Mengabulkan apa yang kau doa Memberikan

Rasa Tak Pernah

Rasa yang Tak Pernah Hilang Tung Widut   Di usia senja Rasa itu tetap ada Seperti saat remaja Masa yang dikata orang terindah   Bersama tertawa Berkumpul  suka ria Cerita

Apa Kabarmu

Apa Kabar Mu Tung Widut   Tengah malam sepi Merangkai doa untukmu Untuk anak tercinta Apa kabar anakku   Doa ku panjatkan setiap waktu Seiring detak jantungku Menyatu dalam kalbu

Melihat Diri

Melihat Diri Tung Widut   Lihat pada diri sendiri Mampukah kau Seperti mereka Hebat tanpa cela   Kebaikan keadaan Orang lain yang menilai Terimalah kata mereka   Entah kejujuran atau

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.