Buih di Atas Air

Buih  di Atas Air Tung Widut   Riak sungai  bercerita Derasnya arus menciptakan buih suci Menyapa para pencari keindahan alam Datang tiap senja   Sambil menikmati indahnya jingga Ufuk  barat

Daun Berdebu

Debu di atas Daun Tung Widut   Debu di atas daun Membalut luka menanti hujan Tak mampu menampakan hijau merayu Hanya kuyu terbalut debu   Terik membuat merana Tak mampu

Terbang Diantara Bintang

  Harapan Setinggi Bintang Tung Widut   Harapan meraih bintang Terbang tinggi bersama sejuta bintang Walau setitik karya yang tak bermakna Sebuah hasil imajinasi yang terungkap   Berjuta harapan Doa 

Flamboyan November

  Flamboyan Nopember Tung Widut   Selamat siang Terucap dari bibir lelah Menempuh perjalanan hampir seharian Dari kota metropolitan kedua Menuju tanah kelahiran   Seratus km terlampaui sudah Bus dengan

Keluh Anakku

Keluh Anakku Tung Widut   Yang berbaring di peraduan Mengeluh dengan peluh Rasa  dingin  menggigil seluruh tubuh Merengek mengaduh   Badan terasa berat Seakan tak tahan walau sekejap Menangis tanpa

Rindu Itu Masih Ada

    Rindu Itu Masih Ada Tung Widut   Bertahun sudah menyimpan kenangan Hari demi hari sekilas memandang Ada getar yang tertahan Sebenarnya itu rindu   Sapa mu hari ini

Pantai Serit

Pantai Serit Tung Widut   Mengisi Minggu Pantai alami belum banyak dijamah Keindahan diantara teluk   Debur ombak menyapa ramah Antara buih memcarkan tanda Pantai curam berbahaya   Tak hanya

  Pandanglah Diri Tung Widut   Apa yang kau cari dalam hidup Bukankah kau percaya Tuhan itu maha segalanya Memberikan apa yang kau minta Mengabulkan apa yang kau doa Memberikan

Rasa Tak Pernah

Rasa yang Tak Pernah Hilang Tung Widut   Di usia senja Rasa itu tetap ada Seperti saat remaja Masa yang dikata orang terindah   Bersama tertawa Berkumpul  suka ria Cerita

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.