Bersama Tung Widut Hari minggu tiba Saatnya mereka bersuka ria Mengisi pagi dengan menari Bersama teman sehobi Hari ini yang selalu dinanti Saat bersenang hati Aku diantara mereka yang Selengkapnya
Penulis: Widut
Karena Mu
KarenaMu Tung Widut Menghiba dalam lamunan Berjuta kesalahan terbayang di pelupuk mata Tak sengaja datang begitu jelas setiap menjelang terpejam Kepadamu meminta ketenangan Mengampuni dosa dari ruas sederhana Pada kisah Selengkapnya
Tangisan Sendu
Tangis Sendu Tung Widut Duduk disebuah kursi ditengah altar rumah Rangkaian upacara dari sanak saudara Melepas kepergian sementara Atas panggilan Allah ke tanah suci Sholawat yang terdengar Dari muadzin disamping Selengkapnya
Bias Rindu
Bias Rindu Tung Widut Terdiam dengan caramu Beribu bunga ditaman kau tanam Berjuta mekar disiram Aku mengenang dalam diri Langkah demi langkah dilaului Apa yang kau tulis ku baca Dengan Selengkapnya
Seberkas Sinar Kecewa
Seberkas Sinar Kekecewaan Tung Widut Hari ini seharusnya menjadi hari bahagia Bagi kalian terakhir setelah 3 tahun bersama Melepas almamater yang telah membuatmu bisa Dipercaya perusahaan nantinya Tapi ternyata kau Selengkapnya
Kabut Putih
Kabut Putih Tung Widut Kabut putih membalut pagi Mentari tersekat sinar tak sampi Merasuk tulang hinga terasa dingin Jalan samar terlihat Garis kuning ditengah jalan menyapa Para roda yang berderu Selengkapnya
Dia di Sana
Dia di Sana Tung Widut Berdiri memandang jauh Membayangkan kau di sana bersamanya Mencari ilmu bersama mentari pagi Meninggalkan gerbang kampus kala malam larut Menunggumu dalam simalakama Antara rindu Selengkapnya
Tentang Senja
Tentang Senja Tung Widut Mentari lelah berjalan pada siang Waktunya persiapan memasuki gerbang malam Peraduan menunggu seharian Siap menyambut sang raja beristirahat Cahaya jingga mengintip dari balik awan Pesona terpancar Selengkapnya
Pertemuan
Pertemuan Tun Widut Tiga puluh lima tahun silam Bersama setiap mentari mulai menampakan diri Memasuki gerbang sekolah dengan penuh semangat Ceria pertemu teman Mencari ilmu dari buku bertumpukan Berdiri dengan Selengkapnya
Menemani Malam
Menemani Malam Tung Widut Sepi meraja dalam malam Gelap tak mampu ditepis oleh cahaya bintang Menggelayut angan pada kerja seharian Hanya sesal membuang waktu hanya untuk sebuah permainan Malam kini Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











