Kisah

  Kisah Sebuah Kunjungan Tung Widut Segenap jari sebelah usia dulu Saat melintas jalanan sepi Anatar dua kota melewati sebuah kerumunan kecil Kota damai dengan bukit menghijau mengelilinginya Saat becak

Saat Rembulan Sirna Tung Widut   Malam telah berganti siang Perlahan kabut lenyap seiring sinar mentari datang Semua menjadi nyata adanya Remang keindahan tak ada lagi Sinar sendu hilang sudah

Cerita

Ceritamu Tung Widut Hidup tak semudah mebalikkan tangan Memburu kesenangan kadang mengobankan sebuah hati Lupa ketika tertatih berjalan di atas koral terjal Menggendong beban yang seakan tak mampu diangkatnya Bercucur

Untuk Selamanya

Untuk Selamanya Tung Widut Sekian laksa sebuah perjuangan Rengekan manja sampai air mata di pelaminan Kau tuntun demi meraih kebahagian Bercucur teringat sudah biasa Doa setiap detik tanpa terjeda Lupakan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.