Bunga Pagi Tung Widut Harum semerbak menyambut pagi Membangukan mata tertidur pertanda hari Menyibak kabut tipis menyelimuti bumi Selamat pagi sapa dengan harumnya Menyusup di celah cendela sampai terdengar Selengkapnya
Penulis: Widut
Tetes Embun Pagi
Tetes Embun Pagi Tung Widut Mutiara bening bergelayut di ujung daun Dipagi segar setelah semalam hujan Kabut membalut alam temaram Mengaburkan tujuan di depan Dingin menusuk melawan perjalanan Membasuh wajah Selengkapnya
Ku Rindu Rindumu
Ku Rindu Rindumu Tung Widut Kabut pagi menyapa dingin Helai daun tersenyum hampa Tanpa sinar rembulan yang menemani bercuap semalaman Tidurpun berselimut rindu Mata tak mau terpejam sampai pagi Selengkapnya
KEPERGIAN Tung Widut Mengakui kesalahan Keras kepalaku tak akan membuat kau ada Pergi begitu saja meninggalkanku Semua sudah terlambat Aku sadari saat kau sudah bersamanya Bersanding bahagia dengan pilihan terbaik Selengkapnya
Ukiran di Atas Kertas
Ukiran di Atas Kertas Tung Widut Kertas putih di atas meja Beratus lembar tak terhitung banyak Menanti pena menari Meliukkan badan mengukir makna Ungkapan jiwa kepada mereka Para terkasih pada Selengkapnya
Siang
Siang Tung Widut Sinar mentari telah panas Menyeng membakar kulit berkeringat Tenang sudah berkurang di tengha ladang Dahaga mulai menyerang Lemas mulai datang Siang Berikan sinarmu paling terang Agar dedaunan Selengkapnya
Pagi Gembira
Pagi Gembira Tung Widut Ini hari kesekian kalinya Setelah seminggu tak bersua Hari libur disela sekolah Diisi dengan menari bersama Disini kenal teman Disini kenal budaya Disini memahami semua Siapa Selengkapnya
Selamat Pagi untuk Mu
Selamat Pagi Aku Tung Widut Kuning menyala Bersama sinar mentari dari timur Merekahkan mata memandang Tak beranjak dari taman kecil di depan rumah Kesederhanaan menyapa Saat tanah basah menghitam Sisa Selengkapnya
Sang Penjaja
Sang Penjaja Tung Widut Pagi mulia terlihat Terang perlahan datang Roda gerobak mulai didorong Membelah dingin embun pagi Menuju sisi sekolah yang sepi Disela berlarian riang anak sekolah Terlihat wajah Selengkapnya
Dalam Dekapan Pagi Tung Widut Dingin terasa Embun pagi menyerang dari celah cendela Menemadi pemuja Allah Menuju rumah tempat menghamba Satu sisi ruang gelap Dibawah selimut tebal Berdiam dalam Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











