Lagi Demam Tung Widut Kecanduan tak selalu senegatip rokok Larik sendu dengan lagu merdu Suara dahsyat yang mampu memikat Membuat kepayang dua puluh empat jam Ketika hati mengidolakan Bibir kecil Selengkapnya
Penulis: Widut
PENIKMAT SENJA Tung Widut Berjajar di halaman depan Santai bersama teman sejawat Menikmati indahnya senja Mengores indah di langit barat Duduk sendirian terpaku Melayangkan angan kepada pencipta Keindahan yang tak Selengkapnya
Libur untuk Ilmu Tung Widut Pagi datang menjelang Tanpa tanggal merah di bulan ini Diakhir tahun saat siswa libur Kami di sini Setia dengan tugas yang sudah dipilih terdahulu Selengkapnya
Tak Ku Gapai
Tak Ku Gapai Tung Widut Bintang di langit terlalu terang Bersinar sampai hati para jejaka Hanya bisa melihat tanpa mungkin menggapai Aku bukan pujangga yang bisa merayumu dengan kata indah Selengkapnya
Kita Kataku
Kita Kataku Tung Widut Tentang diriku Maafkan bila salah Tak bermaksud sebegitu keseriusan hal serius Semua demi kita Kita kataku Yang sejajar diantaranya Mengenyapingkan status sosial pangkat derajat dan pekerjaan Selengkapnya
Bunga Pagi
Bunga Pagi Tung Widut Harum semerbak menyambut pagi Membangukan mata tertidur pertanda hari Menyibak kabut tipis menyelimuti bumi Selamat pagi sapa dengan harumnya Menyusup di celah cendela sampai terdengar Selengkapnya
Tetes Embun Pagi
Tetes Embun Pagi Tung Widut Mutiara bening bergelayut di ujung daun Dipagi segar setelah semalam hujan Kabut membalut alam temaram Mengaburkan tujuan di depan Dingin menusuk melawan perjalanan Membasuh wajah Selengkapnya
Ku Rindu Rindumu
Ku Rindu Rindumu Tung Widut Kabut pagi menyapa dingin Helai daun tersenyum hampa Tanpa sinar rembulan yang menemani bercuap semalaman Tidurpun berselimut rindu Mata tak mau terpejam sampai pagi Selengkapnya
KEPERGIAN Tung Widut Mengakui kesalahan Keras kepalaku tak akan membuat kau ada Pergi begitu saja meninggalkanku Semua sudah terlambat Aku sadari saat kau sudah bersamanya Bersanding bahagia dengan pilihan terbaik Selengkapnya
Ukiran di Atas Kertas
Ukiran di Atas Kertas Tung Widut Kertas putih di atas meja Beratus lembar tak terhitung banyak Menanti pena menari Meliukkan badan mengukir makna Ungkapan jiwa kepada mereka Para terkasih pada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












