Siang Tung Widut Sinar mentari telah panas Menyeng membakar kulit berkeringat Tenang sudah berkurang di tengha ladang Dahaga mulai menyerang Lemas mulai datang Siang Berikan sinarmu paling terang Agar dedaunan Selengkapnya
Penulis: Widut
Pagi Gembira
Pagi Gembira Tung Widut Ini hari kesekian kalinya Setelah seminggu tak bersua Hari libur disela sekolah Diisi dengan menari bersama Disini kenal teman Disini kenal budaya Disini memahami semua Siapa Selengkapnya
Selamat Pagi untuk Mu
Selamat Pagi Aku Tung Widut Kuning menyala Bersama sinar mentari dari timur Merekahkan mata memandang Tak beranjak dari taman kecil di depan rumah Kesederhanaan menyapa Saat tanah basah menghitam Sisa Selengkapnya
Sang Penjaja
Sang Penjaja Tung Widut Pagi mulia terlihat Terang perlahan datang Roda gerobak mulai didorong Membelah dingin embun pagi Menuju sisi sekolah yang sepi Disela berlarian riangĀ anak sekolah Terlihat wajah Selengkapnya
Dalam Dekapan Pagi Tung Widut Dingin terasa Embun pagi menyerang dari celah cendela Menemadi pemuja Allah Menuju rumah tempat menghamba Satu sisi ruang gelap Dibawah selimut tebal Berdiam dalam Selengkapnya
Kenangan
Kenangan Tung Widut Purna sudah perjalanan kerja Setumpuk kertas dimeja telah ditinggalkan usia Berangkat pagi tak lagi ada Bebas. Sebebas burung terbang di angkasa Tinggal berada di rumah Selengkapnya
Menjemput Pagi
Menjemput Pagi Tung Widut Kok ayam terdengar bersahutan Seiring langit perlahan terang Langkah kaki para hamba Allah Terdengar berjalan santai dengan mukena dipakai Menyusuri jalanan sepi Pulang ke Selengkapnya
Dari Balik Kaca
Dari Balik Kaca Tung Widut Sepanjang jalan berliku Pemandangan indah menemani Hijaunya bukit di hiasi kabut putih di puncak Kesyikan jalan berliku Disamping sungai selalu beriringan Deras lliran gemericik terdengar Selengkapnya
Dulu Dia
Dulu Dia…. Tung Widut Tatap curi itu membuatku teringat Masa lalu yang…. Tetap dengan tatapan yang dulu Tak perduli Tak ada detak sehati Dengan pikiran sama Bukan jodohnya Kau padang Selengkapnya
Gamang
Gamang Tung Widut Desur hati melihat buah hati Tak enak badan Hanya diam dengan hidung tersumbat Sesekali meminta Terasa sakit katanya Apakah aku tak peduli Saat hari kebahagiaan tiba Hari Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










