Di Sini Aku Berada Tung Widut Debu terbang berkelana Terbawa angin membumbung tak terarah Kala Tuhan memberhentikan Di atas daun hijau berlapis embun Kebahagiaan ada dan terasa Rasa hati tak Selengkapnya
Penulis: Widut
Debu Tanpa Jejak
Debu Tanpa Jejak Tung Widut Aku ada diantara mereka Akrab melihat gambar kesuksesan Berita yang hampir tiap hari bertambah Aku baca dengan penuh keinginan Diriku hanya sebuah debu yang melayang Selengkapnya
Lara Kedengkian
Lara Kedengkian Tung Widut Kala bumi masih berputar Kita dengan lenggang bebas menghirup bernafas Memandang indah alam meraih keindahan Hati terpaud hidup Tak sendiri di atas tanah berpijak Ada berjuta Selengkapnya
Dititik Sekarang
Dititik Sekarang Tung Widut Rindumu sakitku rasa Bahagiamu kehancuran wanita Kau cabik kepercayaan di belakang hati Kembar putih telah ternoda Tak lagi bisa berkata Sebagai ungkapan rasa dalam dada Selengkapnya
Hujan Semalaman
Hujan Semalaman Tung Widut Haw asejuk terasa Merambat dari kulit ari menuju hati Detak air hujan semakin bertubi Membunuh sepi dalam malam gelap Tiada suara belalang Tak ada suara jengkerik Selengkapnya
Duka di Gelap Hujan
Duka di Gelap Hujan Tung Widut Hamparan hijua alam Tak teringkasi keindahan Gunung bukit memberi suber penghidupan Rakyat hidup tanpa kata resah Diakhir tahun di awal bulan Hentakan dari dalam Selengkapnya
Azan Memanggil
Azan Memanggil Tung Widut Senyap terpecah jua Suara adan mendayu bersahutan Menggema membangunkan mata Enggan beranjak meninggakan peraduan Hawa dingin merasuk masuk kedalam tulang Bayangan menggigil memalaskan beranjak Bismilah dalam Selengkapnya
Yang Terlewat
Yang Terlewat Tung Widut Bukan ku sengaja Semua terjadi begitu saja entah mengapa Tuhan tak mengijinkan lagi aku datang Hanya sesekali saja Bukan melupakan Ku inginkan seperti dulu Menyapamu Selengkapnya
Terimakasih Tuhan
Terimakasih Tuhan Tung Widut Hari tanpa lelah Jemari mengukir nama Setiap pengumuman yang terbaca Malam mulai menyerang Dengan pasti jemari meraba lembut Tulbar mulai bercerita Dari membaca pikiran Menguak Selengkapnya
Mentari Bersinar
Mentari Bersinar Tung Widut Hari telah terang Malam hilang perlahan Menampakan diri dengan sendu Mendung menghalagi tanpa tahu Dunia menunggunya setiap waktu Siang terang tiada penghalang Sinar garangĀ menyerang Hawa Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












