Angin Sore Rung Widut Semilir Menggoyang dedaunan yang menikmati senja Dengan irama jingga bercerita Tentang menyambut rindu sebentar lagi datang Menyisihkan mentari yang waktunya hilang Ditelan gelap pekat dalam Selengkapnya
Penulis: Widut
BULAN BERSANDING AWAN
BULAN BERSANDING AWAN Tung Widut Sejak awal tahun menanti Rindu cahaya redup syahdu dalam hati Memandang penuh arti Dari masa yang dulu pernah terlalpaui Bulantan dengan sinar remang Selengkapnya
Dalam Buaian Alam
Dalam Buaian Alam Tung Widut Kala lara tak lagi suka Bunga aneka warna mekar di taman luas Menyapa mesra dengan wanginya Mengajak becanda bercekerama Sinar Selengkapnya
BERSAMA DALAM MALAM
BERSAMA DALAM MALAM Tung Widut Dentang suara adan Segera mengutai sujud menggenapi lima wajib Malam sudah mulai merongga Dari hiruk pikuk kesibukan Kini kembali menguntai dunia maya Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 11
KABUT DALAM BADAI 11 Tung Widut Indu berjalan di sebuah jalur tak berujung. Sempit tak ada warnanya. Hitam putih. Kedua kakinya terasa capek, juga seluruh tubuhnya lemas. Dia berusaha Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 10
KABUT DALAM BADAI 10 Tung Widut Arera sangat terpukul. Lelaki yang selama ini diharapkan membawanya terbang ke surga ternyata mempunyai perasaan lain. Tak seperti yang diharapkan. Disaksikan keluarga besar Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 9
KABUT DALAM BADAI 9 Tung Widut “Enak kon ngomong, keluargane adikku wis kok orat aret (Enak sekali kamu bicara, keluarga adikku sudah kamu rusak),” kata salah satu kakak Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 8
KABUT DALAM BADAI 8 Tung Widut ‘’Yoooooook terus. Terus, terus……,” teriaknya lantang sambil menjauh dari mobil. Indu segera menjalankan mobil sesuai aba-aba anak laki-laki itu. Penuh konsentrasi. Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 7
KABUT DALAM BADAI 7 Tung Widut Setelah itu hp-nya diletakkan. Kini sarapan pagi yang tadi tak sempat. Menu ayam bakar. Menu kesukaan Arera. Rasa ayan bakar di warung itu Selengkapnya
KABUT DALAM BADAI 6
KABUT DALAM BADAI 6 Tung Widut Sengaja dia tidak menyalakan musik dalam perjalanan itu. Dia benar-benar ingin mengenang semasa melewati jalan itu bersama Arera. Masih seminggu lalu, jalanan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








