Tung Widut Pagi-pagi Pras sudah berangkat lagi. Mencari berita tentang Jordi. Sesampai di depan kantor Jordi tak ada karangan bunga bela sungkwa satupun. Seakan kematianya tak begitu jadi perhatian. Tapi Selengkapnya
Penulis: Widut
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 12
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 12 Tung Widut “Nak Pras. Semoga ini jawaban dari Allah.” Tiba-tiba suara pak Lurah terdengar di dekat telingannya. Pras berusaha mengendalikan diri. Diambilnya nafas panjang berulang-ulang. Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 11
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 11 Tung Widut Nila hanya mampu menunduk. Hatinya berperang dengan perasaannya. Dia merasa nyaman bersama Pras. Terbersit takut kehilangan. “Mbak….mbak Nila…..mbak Nila” Sebuah suara datang dari kejauhan. Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 10
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 10 Tung Widut “Aku ingin jadi rebulan yang setia menerangi disetiap malammu.” “Maaf. Masih ada rembulan yang aku tunggu. Tak mungkin ada dua rembulan Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 9
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 9 Tung Widut “Silakan duduk mbak Nila,” Suara sahaja pak Lurah mempersilahkan Nila duduk. Selajutnya pak Lurah menjelaskan kepada Nila tujuan mereka berkumpul. Semua Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 8
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 8 Tung Widut Sang ibupun sudah tak bisa berkata- kata. Rasa hatinya seperti teriris sembilu. Perih melihat anak semata wayangnya yang hidup sendirian. Suami yang memberikan Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (7)
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (7) Tung Widut “Asalammualaikum.” Ucap pembuka dari sang kepala sekolah. Seperti bu Nyai tadi. Dia harus memjawab beberapa pertanyaan. Kali ini naluri wanitanya Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (6)
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (6) Tung Widut Doa-doa lainpun terucap dari bibir Nila. Dia segera mengambil wudlu dan sholat subuh. Setelah itu dia aktifitas seperti biasanya. Siap memakai seragap khas Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (5)
Tung Widut “Kamu pesan apa?” tanya pras setelah memilih menu. “Sama”. Sengaja Nila memesan menu yang sama, dia sebenarnya takut kalau tidak tahu cara makanya. Maklum di desa tak Selengkapnya
TENTANG PERSELINGKUHAN ITU (4)
TUNG WIDUT Mata Nila mencoba berkelana menyusuri ruang kafe yang tak begitu lebar. Ornamen dan hiasan dinding berupa sebuah lukisan perempuan bali. Dengan dua patung ala bali juga berkesan elegan. Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 90
- 91
- 92
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


