KMAC 31. Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas

Terbaru940 Dilihat

KMAC 31. Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas
Penulis : Theresia Martini, S.Ag., M.M

Malam semakin sunyi dan sepi, penulis hanya sendiri berteman lagu Kisah Kasih yang dinyanyikan kembali oleh Prof, Ekoji bersama belahan jiwanya, Mbak Lisa A. Riyanto seakan membangkitkan kenangan masa lalu yang begitu indah.

Kebetulan malam ini penulis ditinggal sendirian di rumah, karena kekasih hati harus menyelesaikan sedikit kegiatan di luar rumah.

Suasana yang sunyi dan sepi dimanfaatkan penulis untuk menyusun sebuah artikel yang siap untuk dikirim ke YPTD.

Semoga malam ini, penulis dapat menyelesaikan 2 tulisan yang menjadi tanggung jawab untuk memenuhi tantangan menulis 40 hari di YPTD.

Tulisan pertama sudah selesai penulis susun, saatnya melanjutkan tulisan kedua yang masih berkisar tentang pendidikan sambil mengikuti kegiatan rutin di WAG KBMN gelombang 28.

Meski demikian padat jadwal yang dimiliki penulis untuk menghasilkan karya tulis, penulis tetap berupaya semampunya.

Mewujudkan mimpi untuk menghadirkan buku bertajuk Rahasia Menjadi Seorang Guru Hebat yang sejak lama penulis harapkan, mungkin sebentar lagi akan terwujud.

Malam ini untuk artikel ke 31 penulis ingin mengupas tentang Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas.

 Sebelumnya penulis mengawali dengan pemahaman tentang Konsep Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas.

 Konsep Kurikulum Merdeka

 Konsep Kurikulum Merdeka Belajar, secara resmi dan terinci termuat dalam Permendikbud No. 1 Tahun 2021 tentang Kurikulum Merdeka Belajar.

Kurikulum Merdeka merupakan konsep kurikulum yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2021.

Kurikulum Merdeka memiliki konsep dengan memberikan kebebasan bagi sekolah, guru, dan siswa dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal di masing-masing wilayah.

Dalam konsep Kurikulum Merdeka, pemerintah mengusulkan untuk memperluas wawasan kurikulum melalui pendekatan interdisipliner dan kontekstual, sehingga dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.

Kurikulum Merdeka juga memperkuat pengembangan karakter siswa dan keberpihakan pada pendidikan inklusif.

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya kemandirian dan partisipasi aktif dari sekolah, guru, dan siswa dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka menekankan pada pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan dan penentuan prioritas pembelajaran, serta memperkuat peran dan tanggung jawab sekolah dan komunitas lokal dalam proses pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, pemerintah akan memberikan panduan dan sumber daya pendukung untuk membantu sekolah dan guru dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan yang akan melaksanakan.

Keputusan akhir tentang kurikulum yang akan digunakan di masing-masing satuan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab dari yang sekolah bersangkutan.

Pembelajaran Berkualitas

Pembelajaran berkualitas dapat dikatakan sebagai suatu proses pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan tujuan untuk mencapai hasil yang optimal bagi semua peserta didik.

Pembelajaran berkualitas tentu saja akan melibatkan guru yang berkompeten, metode pembelajaran yang efektif, materi pembelajaran yang relevan, serta lingkungan pembelajaran yang kondusif.

Tujuan utama dari pembelajaran berkualitas adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan karakter peserta didik.

Dari penjelasan sederhana tentang konsep Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas, maka penulis menarik benang merah bahwa dengan Kurikulum Merdeka sangat memberikan kemungkinan terjadinya pembelajaran berkualitas yang menjadi sebuah inisiatif untuk merubah paradigma pendidikan di Indonesia.

Diharapkan dengan penerapan Kurikulum Merdeka dapat menghasilkan generasi yang mandiri, kreatif, dan inovatif, serta memiliki karakter yang baik.

Dalam Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengembangan kemampuan peserta didik untuk belajar secara mandiri, mengembangkan potensi diri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan teknologi yang semakin cepat.

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka sangat mengedepankan peserta didik yang diberikan kebebasan untuk memilih jalur pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan masing-masing.

Kurikulum Merdeka juga memperhatikan pembelajaran yang berkualitas dengan memperkuat kompetensi guru, menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik siswa, serta mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan adanya perubahan paradigma pendidikan di Indonesia semoga dapat menghasilkan generasi yang benar-benar mandiri, kreatif dan invatif.

Tuntutan yang tidak mudah juga kembali dilemparkan kepada para guru sebagai ujung tombak pelaksanaaan proses pendidikan berlangsung.

Para guru diharapkan dapat memperkuat kompetensi agar dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang inovatif dan menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar tercipta pembelajaran yang berkualitas sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik.

Tentu saja semuanya itu takluput dari pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang siap untuk diajarkan kepada peserta didik.

Harapan penulis semoga Kurikulum Merdeka menjadi jawaban terciptanya  sistem pendidikan yang lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Demikian yang dapat penulis sajikan terkait dengan tema Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berkualitas. 

 

Pangkalpinang, 13 Maret 2023

 

 

 

Tinggalkan Balasan