
Setiap membaca dan mendengar kisah inspiratif khususnya berkaitan dengan masalah imunitas tubuh seperti kondisi pandemi covid-19 saat ini. Saya akan selalu ingat peristiwa tujuh tahun yang silam, tepatnya bulan Maret 2013. Berawal dari ajakan sahabat, guru dan sekaligus teman diskusi saya terkait terapi komplementer yaitu dr. Yuliarni M. Kes. Saya dipertemukan dengan seorang trainer sekaligus guru bagi kami, yang sampai saat ini saya masih terus belajar dengan beliau Dr. Eddy Iskandar, MSc ( “Master Eddy” sapaan akrab beliau) dalam suatu seminar bertajuk EFT (Emotional Freedom Techniques) yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Semoga kesehatan, keberkahan dan rahmat Allah SWT selalu tercurah untuk beliau berdua… Aamiin Yaa Rabb.
Dengan penjelasan yang didasari teori dan konsep ilmiah serta pengalaman membantu menangani permasalahan kesehatan dengan pendekatan perpaduan konsep pengobatan timur dan barat yang beliau tekuni, saya semakin tertarik ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang apa itu EFT. Masih ingat kan apa itu EFT? Tolong baca kembali ya tulisan saya sebelumnya! .he..he…makasih.
Bermodal rasa penasaran, akhirnya saya ikut pelatihan EFT level 1 dan 2 yang saat itu diadakan di Hotel Duta Syariah (pelatihan EFT pertama kali di Palembang) dengan peserta hampir semua dari kalangan medis. Saat sesi praktek, beliau menawarkan, siapa yang mau jadi volunter? Tanpa pikir panjang, “pucuk di cinta ulam tiba”.. he..he… Ini dia yang gue tunggu! Saya menyatakan siap menjadi volunter. Inilah detik-detik yang menakjubkan itu ada (tentunya atas ijin Sang Maha Kuasa.. Allah SWT).
“Silahkan duduk dengan rileks mas budi”, sapa Master Eddy.
“Apa keluhan yang dirasakan saat ini?”
” Suka gatal-gatal kalo abis makan udang atau kuah yang ada udangnya, kalo makanan khas Palembang contohnya model ( ketauan deh.. he..he… hasil test alergi dan imunologi, sy alergi udang)”
” Baiklah.. Sekarang ikuti apa yang saya katakan, boleh dalam hati”.
“silahkan baca basmallah”
” Tarik napas dalam, hembuskan perlahan… 3 kali ya (he..he)
Selanjutnya beliau melakukan tapping kepada saya sambil mengucapkan kalimat afirmasi berikut ini ( saya mengikuti dalam hati) :
“Ya Allah, walaupun saat ini badan saya sedang gatal dikarenakan alergi udang. Mulai saat ini saya mengijinkan tubuh saya untuk beradaptasi dengan segala jenis makanan apapun termasuk udang. Ya Allah saya mohon dibebaskan dari rasa gatal ini, diberikan kekebalan tubuh, saya ikhlas saya pasrahkan sepenuhnya pada-Mu”
Setelah dilakukan selama 3 kali putaran.
Tarik napas dalam dan hembuskan perlahahan ( 3 kali ya). Saya disuruh minum air putih.
Alhamdulillah… Selesai di Tapping.
Master Eddy bertanya apa yang dirasakan sekarang?
Spontan saya jawab jujur terasa lebih lega, mata jadi terang dan badan terasa nyaman.
Alhamdulillah, nanti kita liat ya..di coba makan udang,apa reaksinya.
Pas.. Waktu rehat sore tiba… Secara kebetulan dan saya yakin di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semua telah diatur dan dikendalikan oleh yang Maha Kuasa. Snacknya adalah model.
Bismillah
Saya beranikan diri untuk menikmati model dengan kuah udangnya. Abis satu porsi..he..he.. karena lapar dan dingin.
Biasanya dalam hitungan menit,mulai ada reaksi gatal,tetapi subhanallah… sampe sore acara hari pertama selesai dan dilanjutkan hari kedua gak muncul lagi rasa gatal dalam tubuh saya. Alhamdulillah sampe saat ini rasa gatal itu tidak pernah muncul kembali. Selain dengan ikhtiar tapping yang selalu saya rutinkan sendiri. Tentunya semua ini atas ijin Allah SWT. Ternyata Yang Menakjubkan itu Ada.
Ada buah namanya tin
Rasanya pasti menggoda
Mari ikhtiar dengan yakin
Insyallah yang menakjubkan itu ada
Palembang, 20 Desember 2020
BS








