Potensi Lokal Dibiarkan Sayang
Alunan kompilasi musik sunda menyemarkan suasana hati ditemani pula kopi panas cap kupu-kupu favorite nampak dari kejauhan bukit Handarusa menampakan muka terbalut tipis kabut, burung walet meliuk-liuk menyambut pagi penuh keceriaan.
Geliat pagi orang-orang hilir mudik dengan berbagai tujuan, sesekali terlihat tetangga sebelah berolahraga pagi dengan jalan kaki, suara burung kutilang peliharaanku bersiul dengan merdu menyapa pagi.
Tak terasa saat ini sudah lima bulan tugas kedinasaan disalah satu sekolah diwilayah kecamatan berada digugusan hutan lindung gunung Halimun. Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Propinsi Banten tepatnya. Jarak tempuh dari tempat tinggal menuju tempat tugas satu jam setengah tentu dengan kondisi jalan tidak mulus beraspal, setengah perjalanan jalan yang dilalui berbalut batu kasar sedikit berbalut aspal yang lama telah hilang entah kemana.

SMPN 5 Sobang
Geografis Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak merupakan daerah pegunungan Bongkok,mayoritas penduduknya bermata pencaharian buruh dan petani tentu dalam hal komoditas pertanian, yang cukup menonjol diantaranya buah durian, pete, manggis serta hasil sadapan aren sebagai bahan membuat gula aren yang cukup terkenal dan kotok bongkok sejenis makanan tradisional dari buah pohon satu marga dengan pohon sukun yaitu Picung
Tentu masih banyak komoditas yang lain yang belum menjadi prioritas masyarakatnya. Kecamatan Sobang merupakan masyarakat adat diistilahkan Wewengkon Adat terdiri dari beberapa kampung adat diantaranya Kaolotan atau Kasepuhan Sinang Agung, Pasireurih,Cirompang,Cilebang, Cidikit,Cibece dan bongkok.
Hal itu menjadi daya tarik tersendiri, masyarakat yang masih memegang tegung adat istiadat Kaolotan atau Kasepuhan menjadi pengikat sosial budaya dalam situasi globalisasi terlebih diera digital saat ini, namun demikian bukan berarti menolak modernisasi tetapi hal tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi tanpa tertinggal kemajuan zaman dan merusak tatatanan adat istiadat masyarakatnya.
Keunikan tersebut merupakan momentum penggalian potensi sekolah dalam rangka membangun penguatan karakter bagi peserta didik dengan pondasi pembentukan karakter kearifan lokal, sekolah bagian dari wadah pendidikan sebagai unjung tombak mecerdaskan kehidupan bangsa dititipkan hal tersebut untuk membentuk karakter peserta didik dengan segala daya dan kemampuan potensi sekolah.

Banner ekspose # Saba Day
Pada semester ganjil 2020-2021 bersama rekan-rekan keunikan tersebut kami masukan dalam visi dan misi sekolah, saat ini kami mulai mempersiapkan dan menata hal tersebut melaui program kesiswaan dengan harapan melalui gerakan sederhana dalam rangka mewujudkan pendidikan karekter siswa membangun karakter kearifan lokal peserta didik dapat lebih memaknai keberadaan adat-istiadat sebagai filter kemajuan zaman saat ini.

Dewan Guru SABA
SABA Day kami istilahkan SABA sendiri singkatan dari SMPN 5 Sobang ( S: SMPN A: Lima BA : Sobang), Day sendiri kami umpamakan di keseharian dalam satu minggu diawali menerpakan menggunkan baju adat kasepuhan Wewengkon adat Sobang segenap warga sekolah, dengan harapan melalui gerakan sedehana SABA Day mampu memacu dan mewujudkan segenap warga sekolah mampu menjaga kelestarian kearifan lokal berwujud pendidikan karakter.
Salam Literasi
# Day 1 KMAA ( Karena Menulis Aku Ada) YPTD









