Saat Terakhir

Terbaru522 Dilihat

Begitu cepat waktu berlalu, rasanya baru kemaren mengantarkan dirimu ke Rumah Sakit. Memang agak terlambat membawamu ke Rumah Sakit. Ternyata sudah tiga bulan dirimu menyimpan sakit yang terus menggerogoti tubuhmu.

Hampir 20 kg berat badanmu turun hanya dikarenakan diare yang terus menerus. Disaat pulang kuliah, waktu yang mulai menghampiri magrib sengaja diriku membezukmu. Dikarenakan sudah lama tidak ketemu semenjak dirimu istirahat dikarenakan sakit yang diderita.

Rasa terkejut yang teramat dalam pada sore itu. Ternyata di luar dugaan bahwa apa yang terpikirkan olehku meleset dari apa yang aku pikirkan. Hampir semua daging yang ada di tubuhmu telah pergi. Kepergian yang tidak dirimu inginkan tetapi karena keadaan yang sudah mulai tidak baik membuat daging yang ada di tubuhmu pergi.

Hanya kulit pembalut tulang yang tersusa, jikapun ada daging itu hanyalah sebagai pelengkap supaya kulit dan tulang itu tampak kokoh.

Disaat mau pamit pulang, pelukan yang dulunya hangat kini tidak dirasakan lagi. Tulang-tulang sudah menonjol dan keriput pun tak mau ketinggalan. Ingin rasanya menangis disaat itu, namun karena rasa bahagia yang harus terus dijaga disaat bersamamu maka dipaksakan untuk selalu tersenyum.

Disaat pamit terus menampakkan kebahagiaan seolah – olah diriku juga baik-baik saja.

Didalam perjalan pulang entah kenapa air mataku turun dengan derasnya. Merasa ada yang tidak beres pada dirimu. Yakin sepenuh hati bahwa dirimu sedang sakit. Sakit yang di derita bukanlah sakit biasa tetapi sakit berat yang telah membuat tubuhmu ringkih.

Semalaman berpikir dan selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi petunjuk apa yang bisa dilakukan. Agar tidak ada penyesalan pada diriku di kemudian hari. Iseng malam itu diriku mengirimkan pesan singkat kepada sahabat dekat. Menceritakan kondisimu dan ternyata diapun sudah tahu akan cerita tentang dirimu.

Berencana mau membawaku ke Rumah Sakit. Supaya ada penanganan khusus dari dikter.

Allah Maha memudahkan ternyata keesokan harinya kami berhasil membawamu ke Rumah Sakit. Tentunya didampingi juga oleh suamimu.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dirimu memang harus tinggal di Rumah Sakit. Menjelang pukul 22.00 wib pemeriksaan intensif dilakukan oleh dokter dan perawat. Tangan pasang infus, tempat buang air kecilpun pakai slang. Oksigen pun dipasang.

Bunyi alat yang ada di ruangan HCU itu membuat kwatir karena banyaknya angka yang bervariasi kadang naik dan kadang juga turun.

Diriku pamit pulang karena sudah larut malam. Hanya do’anya yang bisa ku berikan dan juga kata-kata penyemangat supaya cepat sembuh dan hidup seperti biasa lagi.

Dua hari dirawat di HCU perubahan yang drastis, sehingga dirimu diizinkan dipindahkan ke ruangan pasien biasa.

Hari ketiga dirimu dirawat diriku dan teman-teman membezukmu ke Rumah Sakit. Wajah yang ceria, senyum dan tawa menampakkan bahwa dirimu sudah mulai pulih. Cairan yang awalnya kurang sekarang telah terpenuhi oleh air infus dan air minum yang cukup.

Diperjalan pulang dalam hati aku berkata ” Terima kasih banyak ya, rabbku atas cintaMu”

Bersambung…

Tinggalkan Balasan