Serba-serbi Tentang Kopi

Kesehatan, Terbaru, YPTD28 Dilihat

Kopi adalah minuman yang sangat familiar bagi kebanyakan orang. Pria, wanita, tua atau muda banyak yang menggemari kopi sebagai minuman yang menyegarkan pada pagi atau sore hari.

Sambil menikmati secangkir kopi hitam panas dengan aroma khasnya, marilah kita nikmati juga artikel ini yang mengulas serba-serbi tentang kopi yang kita kenal selama ini.

Negara-Negara Kopi Dunia 

Dari sebuah sumber disebutkan bahwa kopi pertama kalinya di temukan di Ethiopia sekitar abad ke-9. Legenda penemuan kopi yang beredar selama ini adalah sosok Khaldi, seorang penggembala kambing di Ethiopia yang pertama kali menemukan kopi.

Saat ini Arabika dan Robusta adalah dua jenis kopi yang paling banyak beredar menjadi komoditas perdagangan dunia yang sangat penting. Dari komoditi kopi ini beberapa negara menghasilkan pendapatan devisa yang berlimpah.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh United States Department of Agriculture (USDA) per (1/6/2025, menyebutkan bahwa Brasil tetap menjadi negara dengan produksi kopi terbesar di dunia, yakni mencapai 64,7 juta karung kopi berukuran 60 kilogram.

Di posisi kedua, Vietnam mencatat produksi sebanyak 29 juta karung, disusul Kolombia di peringkat ketiga dengan 13,2 juta karung. Sementara itu, Indonesia menempati posisi keempat, dengan total produksi mencapai 10,7 juta karung kopi.

Ethiopia, negara penemu kopi dunia ternya hanya berada di urutan kelima dengan produksi sedikit di bawah Indonesia yaitu 10,63 juta karung.

Efek Kopi bagi Tubuh

Kopi dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan konsentrasi dan energi, namun juga memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan, seperti meningkatkan tekanan darah dan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh.

Efek positif dari kopi dengan kandungan kafeinnya, dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus. Hal ini membuat kopi menjadi minuman yang populer di kalangan pekerja dan mahasiswa.

Bukan itu saja ternyata kopi banyak digemari karena ada beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara moderat dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati, dan Parkinson.

Kita juga harus memperhatikan efek negatinya yaitu kopi mengandung senyawa yang disebut asam klorogenat, yang dapat mempengaruhi kadar kalsium dalam tubuh.

Mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menghambat metabolisme penyerapan kalsium oleh tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit tulang yang disebut osteoporosis.

Efek negatif lainnya kopi dapat memengaruhi kualitas tidur. Hali ini karena kopi mengandung kafein. Konsumsi kopi yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit tidur atau mengalami gangguan tidur, bisa memicu jantung berdebar dan bermasalah bagi lambung.

Diketahui sejauh ini untuk batas aman bagi orang dewasa dalam mengonsumsi kopi adalah sekitar 3-4 cangkir kopi per hari atau setara 400 mg kafein.

Lebih Sehat Minum Kopi Hitam Tanpa Gula 

Banyak info yang menyebutkan bahwa minum kopi yang sehat adalah seduhan kopi hitam tanpa gula alias kopi pahit. Orang melakukannya karena kopi hitam tanpa gula sering kali dipilih dan dianggap lebih sehat karena tidak mengandung tambahan kalori sehingga lebih ramah untuk tubuh.

Minum kopi hitam tanpa gula nyatanya memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Tidak hanya bisa membantu menambah energi dan meningkatkan fokus, minum kopi hitam tanpa gula berpotensi juga menurunkan risiko penyakit tertentu.

Kopi hitam mengandung senyawa antioksidan yang bersifat antiinflamasi. Konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Misalnya ada sebuah studi observasional baru yang dilakukan oleh peneliti Universitas Tufts seperti dilansir Healthline.com (16/6/25).

Hasil penelitian mereka, orang yang minum 1 hingga 3 cangkir kopi hitam berkafein per hari tanpa tambahan gula, ternyata mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Senyawa antioksidan dalam kopi juga membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi terkait dengan risiko lebih rendah terhadap kanker hati, kolorektal, dan kanker payudara.

Selain itu kandungan polifenol pada kopi terbukti membantu melindungi otak dari kerusakan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi rutin berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap Alzheimer dan Parkinson.

Namun bagi yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, tetap harus  waspada karena kandungan kafein dalam kopi yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh.

Semoga bermanfaat.

Salam sehat penuh bahagia @hensa17.

Tinggalkan Balasan

News Feed