Bunda, piala nya buat Bunda yaa..

Terbaru1110 Dilihat

Tahun ini, adalah tahun keempat aku menemani Haura dan Nabhan belajar..dan di tahun ini pula aku terakhir menemani mereka belajar.

Nabhan dan Haura adalah putra dan putri dari Kyai dan Bu Nyai Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah 10 Cianjur.

Perkenalan yang tak disengaja antara mamaku dengan Ummi Balqist (Ibunda Haura dan Nabhan) di TK Al Arisan Cianjur. Karena kebetulan anakku yang nomor 3, Arun, kala itu masih TK ternyata satu kelas dengan Nabhan. Ummi Balqist saat itu sedang mencari guru privat untuk Nabhan. Mama sampaikan pada beliau, jika aku guru privat. Tapi tidak di Cianjur. Saat itu Ummi Balqist masih mem pending guru khusus Nabhan dan Haura belajar privat.

Posisiku kala Arun masih TK ada di Surabaya. Ada wali murid yang memintaku menjadi guru privat khusus Home Scholling buat putranya yang berkebutuhan khusus.

Di tahun 2018, papa ku wafat. Aku pulang ke Cianjur. Dan aku putuskan menemani mama ku yang sudah sepuh dan sendirian. Dikarenakan 3 adikku berada di luar pulau.

Bulan Juni 2018, aku mulai mengajar privat Nabhan dan Haura. Haura kala itu masih TK kelas A. Nabhan kelas 1 .

Nabhan adalah lelaki kecil yang amat cerdas. Hafalan Al Quran nya jago sekali. Sekali ku beri materi apapun langsung di layaknya habis.

Haura pun tak kalah cerdasnya. Selalu banyak pertanyaan dan banyak keingin tahuan. Selalu mengajakku diskusi tentang ilmu apapun.

Hari hari ku indah sekali bersama mereka. Kedatanganku biasa nya diawali dengan manjanya Haura. Atau ngalem nya Nabhan. Adaaaa saja cerita penuh drama ketika awal belajar. Betapa dekat nya mereka denganku. Menganggap ku bukan guru mereka lagi, tapi sudah seperti Ummi mereka sendiri.

Ketika aku datang, mereka akan bercerita hari mereka dari pagi padaku. Mereka selalu meminta ilmu yang baru terus dariku. Aku pun tertantang mengajar mereka tiap harinya. Harus ada ilmu baru setiap hari. Karena mereka anak anak cerdas yang mudah jenuh.

Tiap hari ku putar otak, metode apalagi mengajari mereka. Karena mereka berdua anak anak yang selalu ingin tau.

Karena mereka berdua putra dan putri Kyai dan Bu Nyai pondok pesantren besar, yang di persiapkan menjadi calon Ulama dan Ustadzah Besar, tentunya bukan hal mudah bagiku mengajari mereka. Ilmu yang aku ajarkan benar benar aku ambil dari tiap ayat Al Quran, yang aku padu padankan dengan ilmu pendidikan umum di sekolah.

Sebelum belajar, pasti muroja’ah dulu. Lalu kajian dari ayat yang mereka hafalkan. Barulah aku masukkan dengan ilmu yang disekolah.

Aku sangat beruntung sekali bisa menemani mereka belajar hampir 4 tahun kemarin.

Yang membuatku tak sia sia bersama mereka, prestasi mereka di sekolah amat membanggakan.

Terakhir, Nabhan naik kelas 4, bertahan di peringkat 1. Dan Haura naik kelas 2, bertahan di peringkat yang sama dengan Nabhan. Yaitu peringkat 1.

Seminggu sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ini, Abah Riza (Kyai Ponpes Asshiddiqiyyah 10, ayahanda Nabhan) dan keluarga, pindah ke Banyuwangi. Beliau memimpin Ponpes Darussalam di Banyuwangi.

Di hari itu juga, menjadi hari terakhir ku menemani mereka belajar. Karena keinginan mereka, sesaat sebelum berangkat ke Banyuwangi, mereka masih ingin belajar denganku.

Tak bisa ku gambarkan perasaan ku saat itu..harus melihat semua perabotan diangkut dengan truk besar Ekspedisi yang siap angkut ke Banyuwangi. Dan melihat semua baju dan apapun sudah masuk bagasi mobil. Ditengah aku mengajar Nabhan dan Haura.

Air mataku tak sanggup ku tahan saat itu.

Tapi aku berusaha tegar..hanya doaku yang menemani langkah mereka menjadi Kyai dan Bu Nyai kelak. Generasi Muslim cerdas cilik yang tetap istiqomah berjuang menegakkan agama Allah. Amin..

Bund, Terima kasih atas pendidikan nya buat Nabhan dan Haura, alhamdulillah, anak anak peringkat 1 lagi. Ada penghargaan dari sekolah, tadi saya di kirim fotonya sama Kak Muh (santri pengabdian Asshiddiqiyyah),,Terima kasih banyak Bund, mohon doa dan ridhonya nggih bund, supaya anak anak ilmu nya berkah dari bunda, saya sama abahnya hanya bisa sampaikan Terima kasih banyak buat bunda, semoga Allah ganti dengan kebaikan dan pahala berlimpah, Amiinn..kata anak anak, pialanya buat bunda, karena bunda guru yang hebat

Ku baca berkali kali WA Ummi Balqist siang tadi. Air mata ini tak henti mengalir. Aku tersenyum membacanya.

Alhamdulillah, semoga ilmu nya berkah dan manfaat. Semoga Nabhan dan Haura tetap istiqomah belajar nggih. Siapapun nanti guru nya, hormati dan tawadhu nggih..insyaallah ilmu nya manfaat. Terima kasih, piala nya punya Nabhan dan Haura kan, bukan punya bunda…kalian anak anak hebat. Bunda bangga,, ingat yaa Mas Nabhan dan Haura,,jangan lalai sholat…cium sayang dari bunda buat kalian”  Lalu aku kirimkan balasan WA Ummi Balqist.

Ku tatap langit Asshiddiqiyyah sore ini, aku tersenyum. mereka… Si kecil Nabhan dan Haura…akan kurindukan.

Aku yakin…suatu saat nanti mereka akan datang lagi ke cianjur,,dan memanggilku “bundaaaa, Nabhan sama Haura mau belajaaaarrr” Sambil berlari memelukku.

 

Amiinn…☺

 

Cianjur,

26 Juli 2022

 

 

~ raaina darwis ~

Tinggalkan Balasan