
Menjadi Guru yang Dirindukan adalah dambaan setiap guru. Namun, belum semua guru mampu menjadi guru yang dirindukan oleh para siswanya. Bapak H. Aris Ahmad Jaya, DVM, MM. memiliki trik yang dapat kita simak bersama.
Beliau adalah Motivator Nasional Character Building “Auto Sugesti Power”; Penulis Buku Motivasi Best Seller 30 hari Mencari Jati Diri; Terapist Trauma Heling Nasional; dan Owner ABCo.
Pengalaman berorganisasi telah dikenyamnya. Mulai dari Ketua Umum OSIS SMU Institut Indonesia I Yogyakarta 92/93; Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB Tahun 96/97; Sekretaris Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia 97/99; hingga menjadi Direktur PT ABCo Sugesti Motivatindo 2003 – 2014.
Berbagai buku telah ditulisnya, antara lain: (1) 30 Hari Mencari Jati Diri (Best Seller) terjual lebih dari 39.000 buku (2) Spirit Of Success, ABCoPulisher, (3) BETHE 5 Karakter Idola Pecundang Sejati, Pustaka Inti Jakarta, (4) Aura Kemenangan, ABCo Publisher, (5) Motivadrenalin, Meningkatkan adrenalin motivasi menuju sukses dan bahagia. ABCo Publisher, dan (6) Motimorphosis, Motivasi Menuju Perubahan, ABCo Publisher.
Berdasarkan kinerjanya guru dibedakan menjai 3 kelompok:
- GURU NYASAR: guru yang tak punya tujuan/arah yang jelas. Guru ini menyesatkan murid karena bisa menyebabkan murid membenci pembelajarannya dan gurunya; menyebabkan murid beranggapan bahwa jam dinding berjalan amat lambat. Guru ini hendaknya segera SADAR. Jika tidak, bisa lebih baik undur diri.
- GURU BAYAR: Guru tipe ini merupakan guru yang energinya terkait finansial. Semangat mengajar berorientasi energi uang. Guru ini tidak konsisten. Kadang tanggal muda wajahnya cerah; tanggal tua mukanya muram karena beranggapan sebagai guru merupakan pekerjaan yang tidak menjanjikan.
- GURU SADAR: Guru tipe ini menjadikan murid mencintai guru dan pembelajarn. Kata-kata yang keluar dari mulutnya menyadarkan. Kehadirannya menyenangkan. Kepergiannya dirindukan.
MGM (Mengajar Gaya Motivator) mengajarkan bagaimana menjadi guru yang SADAR dan menjadi konektor kebaikan.
Peran guru dibedakan menjadi empat, yaitu:
- Mengjar: memindahkan ilmu dari kita ke mereka (ini bisa kalah dengan media)
- Mendidik: guru menjadi idola/teladan karena memasukkan nilai/norma baik
- Menginspirasi: guru yag jadi sumber inspirasi
- Menggerakkan: guru hebat mampu mendidik, menginspirasi dan menggerakkan.
Terdapat Lima Langkah MGM agar Guru dicintai dan dirindukan.
- Jadilah guru yang menarik dan menyenangkan. Guru menarik dan menyenangkan itu polanya sederhana. Menarik dimulai dari yang dilihat sedangkan menyenangkan dimulai yang dirasakan.
Adapun trik supaya guru menarik:
Latihan semenarik mungkin dalam penampilan, berperilaku. Siswa bisa menilai bahwa Anda benar-benar layak untuk diizinkan (ketika murid mengizinkan dirinya akan memperhatikan dan mendengarkan).
Ada dua pintu pada diri siswa terhadap guru yaitu mengizinkan dan tidak mengizinkan. Pintu mengizinkan manakala siswa merasa senang belajar dengan Anda dan pembelajaran Anda. Bagaimana cara membukanya? Sebelum murid menerima pembelajaran, harus menerima Anda. Tapi jangan paksa murid menerima Anda. Anda harus mengerti mereka. Ubahlah “di” menjadi “me-“. Misalnya guru tidak hanya minta dilayani, tetapi melayani. Guru tidak hanya minta dimenegerti tetapi berusaha mengerti. Perlu diketahui bahwa murid menyukai yang menyenangkan daripada yang penting.
Trik agar murid membuka pintu mengizinkan.
- Masuk dengan kondisi senyum (1125). Perlu diingat bahwa masalah Anda bukan masalah siswa. Jika ada malalah di rumah jangan dibawa ke sekolah. Sapalah mereka dengan sapa yang berbeda. Contoh: Semoga siswa yang menjawab salam ini dimudahkan dalam semua urusan. Beri apresiasi dan jangan ditunda. Contoh: Saya menyukai kelas Anda yang berenergi.
- Berikan simulasi sederhana sebelum pembelajaran. Misalnya dengan ATM (amati, tiru, modifikasi) atau 4N (niteni, niru, nambah-nambahi, nemu). Tumbuhkan hormon kebahagiaan pada diri siswa.
- Tempa besi selagi panas (berikan apresiasi tak usah menunggu besuk; beri apresiasi proses; tak usah menunggu hasil). Guru yang pelit memberi apresiasi/menghargai adalah guru yang menyesatkan siswa untuk tidak menyukai guru.
- Temukan titik lebih siswa dan beri motivasi berdasarkan titik lebih ini. Berikan motivasi bahwa mereka mampu. Tambahkan motivasi dan masuklah dengan nilai lebihnya. Terkadang siswa rendah diri karena diberi momentum karena kekurangannya.
Tiga Langkah untuk Menemukan Kehebatan Nilai Plus pada Putra Putri/ Peserta Didik
- Anda harus mampu memberikan momentum kesempatan hebat. Sesuatu yang mahal adalah memberikan momentum yang diberikan kepada kita. Berilah kesempatan siswa untuk menjadi duta sekolah kita. Hal ini untuk memberikan kepercayan kepada mereka berharga. Momentum diberikan agar mereka berbahagia karena mendapat kesempatan. Ingat kalimat berharga “Pasir yang biasa akan menjadi mutiara yang hebat ketika diolah dalam kerang yang hebat.” Dan kerang itu adalah bapak ibu guru.
- Memberi Kesempatan
Berikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat kesempatan. Misalnya, “Andai engkau menjadi wali kelas apa yang akan kalian lakukan untuk menjadikan kelas kita lebih baik?” Sesungghnya guru hebat adalah guru yang mampu mewujudkan kehebatan murid. Orang hebat bukan orang yang memiliki nilai lebih. Orang hebat adalah orang yang mampu menghebatkan orang lain. Untuk itu, hargailah proses, bukan hanya hasil akhir. Gagal adalah peristiwanya. Sebagai analogi, gadis menggoreng tempe gosong, yang gosong bukan gadisnya melainkan tempenya.
- Berikan label positif untuk mereka (individu/kelas). Hal ini penting untuk mereka mampu menemukan nilai postitif mereka. Sebagai contoh, “Saya bangga terhadap kelas ini yang antusias.” Label membawa persepsi dan rasa. Kata-kata adalah proposal. Kata-kata adalah doa. “Saya suka mengajar di kelas ini karena kalian kompak dan antusias. Kelas ini saya suka karena kelas ini seperti kelas lebah. Saya berharap kelas ini bisa meniru lebah. Kekuatan label itu luar biasa.
Lima Bahasa Cinta yang Layak Anda Pelajari dan Praktikkan
- Bahasa cinta APRESIASI.
Jempol (beri apresiasi/menghargai)
- Bahasa Cinta KOMITMEN dan Keteladanan
Miliki sentuhan emas (guru mampu memberikan teladan, komitmen, disiplin, dan bisa dipercaya)
- Bahasa Cinta TEMUKAN KEUNGGULAN SISWA
Jadilah pribadi yang memiliki keunggulan. Jangan menjadi guru biasa atau rata-rata. Milikilah keunikan dan siswa akan mengenang Anda karena kekhasan Anda.
- Bahasa Cinta HUBUNGAN INTERPERSONAL
Milikilah hubungan interpersonal.
5. Bahasa Cinta HARGAI HAL-HAL KECIL
Hargailah hal-hal kecil.











