memilih sekolah

sabtu kemaren banyak sekolah yang mengadakan open house dan mempromosikan sekolahnya secara virtual.

banyak dari sekolah juga menjelaskan kurikulum dan rencana-rencana pembelajaran yang akan dilakukan dalam jangka pendek dan panjang.

salah satunya dengan metode hybrid learning. saya pun tersadarkan bahwa saya memiliki anak dua yang saat ini masih diusia4 tahun dan 7 tahun.

saya berpikir bagaimana kalau nanti sekolah akan masuk secara new normal? lokasi tempat saya mengajar diarea kelapa gading, jakarta utara, sedangkan domisili saya adalah didepok

sebelum pandemi kami menyewa tempat tinggal diarea kelapa gading, sehingga anak2 bisa ikut sekolah bersama disekolah saya, namun karena pandemi dari sisi keuangan lebih hemat jika kami kembali kerumah, juga pendapatan kami yang menurun karena adanya pandemi, dan kamipun kembali kerumha kami yang ada didepok,

pembelajaran online membuat kami tidak usah memikirkan tranportasi untuk sampai kesekolah, namun saat mendengar bahwa akan ada nya rencan sekolah tatap muka, membuat kembali saya dan suami beroikir apakah kami harus pindah dan menyewa tempat tinggal diarea kelapa gadig? atau kah kami tetap tinggal disini namun anak2 sekolah diarea ini, karena tidak mungkin klo setiap hari saya dan anak2 harus menempuh jarak yang begitu jauh, bagi saya tidak masalah namun bagi anak saya yang paling kecil usia 4 tahun sepertinya masih agak sulit.

setelah berdiskusi maka kami memutuskan mencoba mencari lokasi sekolah terdekat dari rumah yang memungkinkan anak-anak kami bersekolah, jadi saya mencari sekolah dari jenjang tk-sma, sehingga kelak nanti pengantaran sekolah nya hanya sekali saja untuk sikecil dan siabang.

kemaren saya sudah membawa si kecil ke satu sekolah namun sekolah tersebut hanya ada jenjang tk saja, dan saya pun bicara kepada si kecil besok kita lihat lagi ya sekolah yang lain.

pagi pun datang,  si kecil bertanya , mama apakah kita jadi nanti jalan-jalan? ya dia berpikir bahwa melihat sekolah adalah jalan-jalan , setelah sekian lama hanya dirumah dia sangat senang sekali dibawa keluar walau hanya didalam mobil, bisa melihat sekeliling dan saya pun berkata lekaslah mandi dan makan nanti siang kita akan berangkat

siang pun datang, kamipun berangkat dan tidak lupa memasang aplikasi waze dan mengetikkan nama sekolah yang akan kami tuju.

dan perjalanan pun dimulai anak – anak sangat senang menikmati perjalanan. dan saat sampai kami melihat pintu gerbang sekolah yang tertutup, mungkin masih pandemi dan keputusan sekolah yang belum buka. lokasi ini biasanya adalah tempat yang macet. tapi tadi sepanjang perjalanan kami lancar sekali, memakan waktu selama kurang lebih 30 menit, bagi saya ini lumayan jauh

namun si kecil sudah menyukai sekolah tersebut hahahha, dia sudah mengikuti trial kelas secara virtual sangat menyukai guru-guru juga pembelajarannya, dan saat dilihat gedung sekolahnya dia langsung mengklaim ini sekolahku ma, padahal saya belum menddaftarkannya heheeh

mellihat semangat sikecil yang ingin bersekolah sayapun dan suami berdiskusi tentang masalah  biaya, ya sekolah swasta saat ini harganya cukuplah sangat tinggi , sehingga kami harus keluarkan tabungan kami.

sampai saat ini kami masih mempertimbangkan dan berdiskusi supaya kami tidak salah dalam mengambil keputusan karena tidak tahu apa yang akan terjadi dihari esok, semua kami serahkan kepada Tuhan biar kehendak Tuhan yang jadi bukan kehendak kami.

 

Salam Literasi,

 

Leni Priska

 

 

Tinggalkan Balasan