Hati yang Kelam

 

Sumber gambar
https://pin.it/RYwmSAC

Hati yang Kelam
Oleh Erina Purba

Di antara sukma beberapa jiwa
Hanya sukma di hatiku yang memiliki luka abadi

Berulang kali janji manis tercipta dari bibirmu

Berulangkali diri ini memaafkanmu
Tapi maaf yang kuberikan engkau salah gunakan

Engkau pergi dengan wanita lain
Wanita itu adalah sahabatku
Sahabat dari di kala remaja

Hati ini tak sedikitpun merasa curiga
Hati ini percaya
Tak mungkin engkau menyakiti aku
Tapi apa yang terjadi
Kelakuanmu membuat luka tertoreh di hati

Hati ini perih
Mata ini mengalir bening-bening
Menetes menganak sungai
Tak terasa bening- bening itu mengalir
Di antara hening, benci dan cinta
Membuat aku tak berhenti bertanya

Kenapa mesti dia?
Kenapa mesti sahabatku?
Sahabat tempat aku berbagi cerita

Sahabatku yang telah tahu segala rahasia 
Kenapa tega menusukkan sembilu dari belakangku

Aku masih tidak percaya hal ini tega kau lakukan

Setelah sekian lama terjalin cinta di antara kita
Tapi mengapa sedetik itu engkau berpaling
Aku yang salah
Terlalu percaya pada sahabatku
Membuat hati tertutup untukmu kekasih dan sahabatku

Di antara jingga yang tersembul di sore hari

Kini hati telah tertutup
sang hati tertutup hanya untukmu

kelam yang telah kau torehkan di belantara jiwa
takkan kubiarkan terhapus begitu saja
Kelam itu melebihi malam berkabut

perihnya luka hingga bekasnya sampai sekarang masih terukir

kau yang tak pernah berubah
janji- janji selalu terucap dari mulutmu
tapi tetap kau ingkar

kini jiwa dan raga telah tertutup dan tak akan terbuka lagi

Aku takkan membiarkan ruang rasa terluka lagi
Sembilu berulang-ulang kau tancapkan hingga bekasnya abadi 

Tak ada luka lagi 
Seiring dengan kepergianmu
Pergi!
Pergilah!
Dan jangan kembali lagi
Cukup perih, luka yang telah berbekas 

Cerita ini berhenti sampai di sini
Untukmu duhai kekasihku
Dan untuk sahabatku
Biarlah kalian memiliki cinta

Mungkin maaf di lain waktu bisa aku berikan
Tapi saat ini maaf itu belum ada
Duri itu masih tertancap

Belum ada alat yang bisa melenyapkan bekas duri yang kau tancapkan 

Mungkin di suatu saat nanti
Seiring waktu duri itu bisa lenyap
Begitu juga hatiku
Lepas dari sakit

Bekasi, 19 April 2091

Sudah ditulis di Kaskus

Menulis ke-8

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar