CERPEN 5 Bagian 1

Terbaru1095 Dilihat



PIKNIK PANIK
Oleh: Lili Suriade, S.Pd


“Pak..kapan kita pergi piknik?” ucap Gempi kepada atasannya setelah semua rapor siswa selesai dia serahkan.
“Apa? Piknik?” Tanya kepala sekolah lagi.
“Iya pak..sudah lama sekali kita tidak refresing.” Tambah Fero, teman dekat Gempi di sekolah tempat mengajarnya.
“Oke..tinggal di atur tanggalnya.” Jawab kepala sekolah mantap.
Selain pak Huda adalah atasan Gempi, pak Huda dulu adalah guru Gempi. Ketika Gempi masih menjadi siswa di MTsN dan SMA, pak Huda adalah salah seorang guru muda yang sangat dekat dengan siswa. Hingga kini, saat Gempi sudah menjadi guru pun, pak Huda telah naik jabatan menjadi kepala sekolah. Meski begitu, Gempi lebih merasakan kedekatannya dengan pak Huda lantaran ia adalah siswa, bukan sebagai bawahan.
“Berarti di awal sekolah semester genap besok ya Pak?” Tanya Gempi dengan nada memelas.
Pak Huda hanya mengangguk sambil tersenyum. Gempi dan Fero sudah tak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini kepada guru-guru yang lain.
“Hai Bu Sari dan bu Kurnia tadi kami menawarkan piknik kepada pak Huda, beliau menanggapi dengan positif.” Ungkap Gembi dengan penuh semangat.
“Maksudnya?” Tanya bu Sari yang masih asik dengan laptopnya.
Fero pun menjelaskan semuanya. Bu Sari dan bu Kurnia terlihat sangat senang.
Mereka sudah tak sabar menunggu waktu yang telah dijanjikan kepala sekolah tersebut.
“Iya juga ya..kita memang sudah lama tidak refresing. Padahal kalau kita lihat sekolah lain sudah beberapa kali, ya kan?” Tanya bu Sari sama bu Kurnia.
Awal semester dua pun telah dimulai. Hari pertama, sebelum mengajar, Gembi mengumumkan rencananya tersebut di hadapan majelis guru. Hampir seluruh guru menyambut rencana tersebut dengan semangat.
“Gimana kalau awal bulan depan?” Ungkap Pak Bro, guru biologi.
“Itu lebih baik.” Jawab Coach guru penjas.
“Kami setuju.” Jawab guru yang lain.
Hari yang dinantikan pun tiba. Tapatnya, jumat pagi seluruh siswa dikumpulkan dan diberi pengarahan oleh kepala sekolah sekaligus informasi tentang rencana study tour majelis guru sehingga siswa diizinkan belajar di rumah untuk besok.
Seperti biasa, para siswa berteriak kegirangan. Setelah bel panjang dibunyikan semua warga sekolahpun pulang.
Gembi terlihat sangat senang. Tepat jam 11 malam bus Pariwisata berhenti di depan rumahnya. Gempi segera berpamitan pada keluarganya. Ia dengan penuh semangat menaiki bus tersebut.
“Hati-hati ya nak..!” Ucap Ibu sambil memeluk Gempi.
“iya Bu..ibu tenang saja, pokoknya Gempi pulang dengan selamat kok.” Gempi langsung berlari menuju bus yang sudah menunggunya.
“ Tas jangan sampai ketinggalan..!!” Teriak ibu lagi. Namun ucapan ibu tidak lagi bisa didengar Gempi, ia sudah duduk di dalam bus. Ibu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Gempi yang seperti anak kecil. Bahkan ketika ibu melambaikan tangannya, Gempi justru tak melihat. (Bersambung)

Sumpur Kudus, 8 Februari 2021
“Hai semua..!” Dengan hati yang sangat gembira Gempi menyapa teman-teman guru di dalam bus.
“Hai..” balas beberapa guru yang sudah duduk di atas bus.
Gembi langsung mencari tempat duduk sesuai dengan nomor lot yang dia dapatkan.

Tinggalkan Balasan