SEBLAK

SEBLAK Awal munculnya makanan yg terbitnya di Bandung ini dianggap kuliner yg tidak baik. Broadcast bahaya makan seblak begitu santer diserukan. Kerupuk mentah ketemu macaroni atau mie mentah dikasih sambal bikin keram perut dan segala efek buruknya. Seperti kata pepatah ” Tak Kenal Maka Tak Sayang” Beberapa hari ini ada tetangga yg menjual seblak online, sebenarnya anak aku dari dulu suka beli tapi selalu aku larang. Dari hasil iseng membeli seblak Nek Icah, aku jadi tau apa itu seblak. Anakku kaget karena harganya relatif murah hanya Rp 7 rb, kata anak aku bikin ma tapi isinya seperti yg suka mereka order online. Memangnya isinya apa nak, kataku. Katanya ada ceker, sayap ayam, bakso, sosis, telur dll. Akhirnya seperti biasa kamus andalan ku buka YouTube. Aku cari koki idolaku. Ternyata menu seblak itu banyaknya variasi nya, Ada juga rasa seafood dan sosis keju. Aku beli bahannya di pasar grosir langgananku. Alamaaak ternyata macaroni pun banyak variannya, ada yg tanpa merk dijual kiloan dan ada yg brand Merk La Fonte, Demikian juga kerupuk merahnya, ada yang kiloan tanpa brand dan ada yg merk Finna. Akhirnya aku pilih brand Perancis La Fonte, Ah buat anak ini bukan jualan. Aku juga membeli kemiri dan kencur yg merupakan syarat dari seblak. Swear sejak aku praktekan sampai hari ini anak aku tidak lagi teriak Ma, mau Burger atau Makanan Korea seperti Gochujang atau Bulgogi, Bahkan Jasuke pun sudah mereka lupakan. Hari ini layaknya orang berjualan, Ini kali ke 3 aku masak SEBLAK. Pagi yg biasa teriak Burger kini ganti ma, aku mau seblak kata Ghina Rafi dan Fari, dan malam ini sambil mereka nonton ZOMBIE di Netflix mereka teriak lagi , ma SEBLAK. Ah anak – anak ku Everything I Do I Do It For You
Madame Heddy








