BELAJAR GRAMMAR

Belajar grammar tidak mudah bagi beberapa orang termasuk murid-murid TOEFL saya. Kebanyakan dari mereka ketika mengikuti test apapun yang ada grammarnya, kesalahan terbesar biasanya ada pada grammar. Mungkin grammar dipandang kurang menarik karena bentuk susunannya yang seperti rumus matematika.
Di dalam bahasa Indonesia sering kita sebut tata bahasa. Jika kita mempelajari tata bahasa terkesan njlimet atau complicated, karena kita biasa berbicara secara spontan keluar dari pikiran kita. Kita tidak menyadari ketika kita berbicara sebenarnya kita sudah menggunakan grammar atau tata bahasa. Jika tidak menggunakan grammar, ucapan kita pasti tidak mudah dipahami orang lain.
Sebagai contoh dalam bahasa Indonesia, “Saya akan datang ke pernikahan teman saya besok. Disini kita menggunakan tata bahasa yang dalam bahasa Inggris disebut Present Future Tense, “I will come to my friend’s wedding tomorrow.”
Grammar atau tata bahasa bagaikan pola ketika kita membuat baju. Tanpa pola kita tidak akan mengenakan baju yang pas di tubuh kita. Dengan pola, baju kita akan tampak indah dan elegan. Demikian juga dengan bahasa yang kita ucapkan dan kita tulis, dengan pattern yang benar maka bahasa kita akan tampak indah dan mudah dipahami oleh orang lain. Sesungguhnya kekuatan bahasa dapat menakhlukkan dunia.
Pada event seminar atau rapat-rapat di dalam dan di luar negeri, bahasa yang baik dan benar menunjukkan seseorang memiliki level atau kelas. Berbicara dengan tata bahasa yang benar menjadikan kalimat lebih efektif dan tidak berputar-putar atau dalam bahasa Inggris disebut beat around the bush (berbicara tidak langsung atau bertele-tele).
Pada tes-tes bahasa Inggris, grammar memiliki value score yang tinggi. Jika kita mengerjakan test Toefl Paper Based Test (PBT), grammar atau disebut juga structure memiliki konversi tertinggi dibandingkan Listening dan Reading.
Contoh sederhana ketika kita menemukan kalimat bahasa Inggris yang tidak tepat karena kalimat tersebut belum lengkap yang dalam bahasa Inggris disebut, “fragments.”
Fragment: A movie that inspires deep emotions.
Fragment: Analyzing the characters’ motives.
Fragment: Where there were mice and cockroaches.
Kalimat tersebut akan menjadi benar jika ditambahkan kalimat lain.
Kalimat yang benar:
I went to see “The Silver Star”, a movie that inspires deep emotions.
Analyzing the characters’ motives is central to understanding a novel.
Peter left the apartment where there were mice and cockroaches.
This is where there were mice and cockroaches.
A movie that inspires deep emotions is rare.
Analyzing the characters’ motives is important.
Sehingga dapat disimpulkan sentence fragments adalah kalimat-kalimat yang belum lengkap. Jika kita melihat hal, ini betapa pentingnya tata bahasa atau grammar.
Beberapa susunan kata berikut adalah contoh kalimat yang belum benar karena tidak adanya kata penghubung (conjuctions) atau tanda baca (puctuation) yang salah. Kalimat itu disebut dengan Run-on Sentences.
Cara untuk membetulkan Run-on Sentences sebagai berikut:
- Membagi Run-on Sentencesmenjadi dua kalimat.
Run-on Sentences : My sister loves to dance she is very good at it.
Correct Sentences : My sister loves to dance. She is very good at it.
Run-on Sentences : Jim showed us his ticket someone gave it to him.
Correct Sentences : Jim showed us his ticket. Someone gave it to him.
- Menggabungkan dua bagian Run-on Sentencesdengan menggunakan coordinating conjuction (kata penghubung) dan koma, seperti and, but, for, nor, or, so, yet.
Run-on Sentences : My sister loves to dance she is very good at it.
Correct Sentences : My sister loves to dance, and is very good at it.
Run-on Sentences : She agreed to chair the meeting she didn’t come.
Correct Sentences : She agreed to chair the meeting, but she didn’t come.
- Menggabungkan dua bagian Run-on Sentencesdengan menggunakan subordinating conjuction (kata penghubung anak kalimat) seperti: after, before, although, as, if, because, since, unless, until, when, whereas, while.
Run-on Sentences : My sister loves to dance she is very good at it.
Correct Sentences : My sister loves to dance, because she is very good at it.
Run-on Sentences : Maria and John like skiing Karen does not.
Correct Sentences : Maria and John like skiing, but Karen does not.
- Menggabungkan dua bagian Run-on Sentencesdengan menggunakan semicolon (titik koma).
Run-on Sentences : Gordon laughed at Sandy’s joke it was funny.
Correct Sentences : Gordon laughed at Sandy’s joke; it was funny
Run-on Sentences : I thought he was here I was wrong.
Correct Sentences : I thought he was here; I was wrong.
Beberapa contoh diatas menunjukkan bahwa grammar memberikan pengertian atau makna yang jelas pada suatu kalimat. Grammar juga mudah dipelajari. Buanglah pikiran sulit untuk mempelajari grammar.
Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP.










