Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau

Aku Malu Bersimpuh Padamu

Jam sudah  tepat  pada angka satu

Terasa sepi menusuk kalbu

Akupun terbangun untuk merebahkan wajahku padamu

Ku siram tubuhku dengan air surgamu

Tapi  aku  masih  ragu tuk bersimpuh memeluk ribaan namamu

 

Dalam  tertunduk malu wajah yang berdebu

Tetap ku lawan kalbuku yang membisu agar segera bersahut dalam kedap pelukmu

Tuk sucikan diriku yang masih penuh dililiti langkah langkah burukku

Dalam hening wajah kedap takut tak bertemu

 

Aku tau kalbuku masih membatu buta layu

Pikiran melayang sengaja tak sempatkan tuk ingat namamu

Kaki melangkah terkadang ikut arus berseteru

Telingga juga ikut tiada penyaring bahasamu

Mulut terus merobek dengan kata kata tajam seperti sembilu

Jujur aku malu padamu

 

Hari ini sudah terlalu banyak harta untukku darimu

Namun tak ada sedikitpun direnggut dariku

Engkau terus menggulurkan kebaikanmu

Walupun pendosa yang jauh dari kerdip keribaanmu

Tak  ada rasa ragu cinta kasihmu padaku

 

Malam ini ku serahkan seluruh jiwa ragaku untuk memelukmu

Tuk hapus derkil hitam yang melekat diseluruh tengkorakku

Biar lebih jauh ku kenalmu

Agar hati ini punya rasa malu

Tau akan kuasamu yang terus melihat perjalananku

 

RZAF 2692021

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan