UNIKNYA ORANG DEWASA BELAJAR

Terbaru233 Dilihat

UNIKNYA CARA BELAJAR ORANG DEWASA

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Orang dewasa itu kalau belajar susah ingat, gampang lupa. Mungkin kita pernah mendengar hal itu disampaikan beberapa orang yang biasanya dalam suasana penuh gurau. Jika ditelisik lebih jauh, hal seperti itu mungkin saja terjadi. Perihalnya sangat terkait dengan karakteristik pembelajaran orang dewasa.

Teori pembelajaran orang dewasa  juga dikenal dengan nama Andragogy mengambil kata dasarnya Andr  yang berarti dewasa dan Agogos berarti memimpin atau membimbing. Pendekatan ini banyak digunakan dalam pelatihan-pelatihan yang pada umumnya diikuti oleh orang dewasa. Dalam pelatihan terdapat unsur belajar dan berlatih. Belajar dari kata dasar ajar mengandung makna tuntun, bimbing, pimpin. Jadi ketika seseorang dikatakan kurang ajar berarti kurang dibimbing, dituntun atau kurang dipimpin. Juga ada yang mengartikan belajar sebagai suatu proses perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tidak suka menjadi suka dan tidak mampu menjadi mampu atau terampil.

Perubahan-perubahan ini dapat dilakukan secara sengaja dan terencana ataupun secara tidak sengaja. Sebagian besar orang belajar melalui indra penglihatan (83%), melalui pendengaran sebesar 11%, 31/2% lewat penciuman, 11/2% dengan sentuhan dan hanya 1% melalui rasa (Les Giblin). Lalu bagamana cara orang mengingat informasi? Hanya 10% dari apa yang dibaca akan diingat, 20% lagi dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang dikatakan ketika berbicara dan 90% yang merupakan bagian terbesar dari apa yang dikatakan ketika orang melakukan sesuatu. Sedangkan berlatih merupakan upaya melakukan sesuatu tertentu dalam pekerjaan sehingga menjadi lebih terampil. Seperti yang dikatakan Kong Hu Cu: saya dengar, saya lupa; saya lihat saya ingat; saya lakukan saya paham.

Proses pembelajaran orang dewasa boleh dibilang unik. Hal ini terkait erat dengan karakteristik belajar yang dimiliki.  Pada hakikatnya orang dewasa sudah punya konsep diri, memiliki pengalaman yang diperoleh dari Pendidikan, pekerjaan atau dalam pergaulan hidupnya yang sudah cukup panjang. Selain itu memiliki kesiapan belajar dan ingin secepatnya menerapkan hasil belajar yang diperolehnya. Karena itu cara mengajarnya juga harus dengan cara atau metode dan media yang sesuai dengan karakter belajar mereka. Suasana belajarnyapun harus dibuat menyenangkan, tidak boleh merasa tertekan dan dilaksanakan dalam waktu yang relative singkat. Orientasi belajarnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah terkait dengan peran sosialnya. Implikasi pembelajaranya tentu dalam proses pembelajarannya orang dewasa harus dilibatkan sepenuhnya, pengalamannya dihargai sehingga mereka dapat berperan sebagai nara sumber melalui tukar menukar pengalaman dalam suatu proses pembelajan. Namun perlu juga diperhatikan atau dimaklumi karena orang dewasa juga punya keterbatasan fisik, mungkin pendengaran atau  penglihatannya sudah mulai menurun. Karena itu sarana dan alat pembelajarannya perlu diperhatikan, misalnya penerangan dalam ruangan tempat belajar, tulisan-tulisan yang cukup besar agar dapat terlihat dan dibaca dengan jelas.

Proses belajarnyapun harus dalam suasana riang, tanpa merasa tertekan. Jika terlalu diperintah-perintah, mereka tidak senang, tetapi kalau terlalu dibiarkan juga bisa menyimpang dari tujuan. Ibarat orang bermain layang-layang yang harus menarik ulur benang yang dipegang di tangan. Itulah orang dewasa dengan keunikan belajarnya sendiri. Namun menurunnya kemampuan belajar orang dewasa itu hanya dalam kecepatan dan bukan dalam hal intelektual.

Seperti telah dikemukakan bahwa cara belajar orang dewasa itu unik karena karaktristik belajarnya yang spesifik. Pembelajaran orang dewasa banyak diterapkan dalam kegiatan pelatihan. Dalam kegiatan-kegiatan belajar yang pada umumnya diikuti oleh orang dewasa yaitu pelatihan, banyak menggunakan Pendekatan Participatory Andragogy. Banyak ahli mengemukakan pengertian tentang pelatihan, namun secara sederhana dapat dikatakan bahwa pelatihan adalah proses melatih untuk merubah pegetahuan, sikap dan keterampilan seseorang agar meningkat dan dapat menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaannya di tempat bekerja secara efektif. Ada juga yang mengatakan bahwa pelatihan adalah suatu upaya untuk melakukan perubahan dalam hal pengetahuan, keterampilan-keterampilan dan sikap.

Pada dasarnya pelatihan itu merupakan proses yang berlanjut dan bukan proses sesaat saja yang tujuannya membantu seseorang dalam memahami suatu pengetahuan yang diperlukan oleh organisasi dalam suatu usaha mencapai tujuannya karena adanya dorongan kondisi-kondisi baru dalam peran sosial seseorang atau sekelomok orang. Melalui pelatihan kemampuan seseorang dapat diperbaiki agar dapat melakukan tugas dan pekerjaannya dengan lebih baik. Mengingat cara belajar orang dewasa yang unik, proses belajarnya memerlukan pendekatan yang harus dirancang secara khusus. Disamping menguasai isi atau substansi materi pembelajaran yang disampaikan dalam proses pelatihan, pengajarnyapun/pelatih harus memiliki seni untuk menyampaikannya. “Science and Art” atau Pengetahuan dan Seni harus benar-benar menjadi bagian keterampilan yang melekat dan pada seorang pelatih yang dipraktikkan selama proses pelatihan berlangsung. Jika tidak memiliki seni untuk untuk mengajar orang dewasa yang unik ini, pembelajaran bisa gagal.

Tinggalkan Balasan