
Minyak kayu putih ini, terutama yang klasik eukaliptus selalu menemani ke mana saja saya pergi, bahkan ketika mengembara ke pelosok dunia. Salah satu pengalaman yang menarik adalah ketika berkunjung ke Kazan di Republik Tatarstan di musim dingin beberapa tahun yang lalu.
Setelah hampir semalam naik kereta api penggalan rute Trans Siberia dari pusat kota Moskwa, sekitar jam 7 pagi kereta tiba di stasiun Kazan. Namun hari masih sangat gelap, maklum matahari baru terbit sekitar pukul 8 lebih .
Setelah sejenak beristirahat di hotel, maka kami pun mulai berjalan-jalan di ibu kota republik Tatarstan ini. Kebetulan hotel letaknya tidak jauh dari Kremlin Kazan dimana ada sebuah stasiun metro bernama Kremlivskaya dan dari sini kita bisa naik kereta bawah tanah menuju tempat-tempat wisata di kota Kazan.
Memasuki stasiun dan setelah membeli tiket seharga 15 Ruble berupa token, penumpang yang membawa tas harus memasukkan tas nya melewati mesin X-Ray. Sebagaimana biasa saya selalu membawa kamera di dalam tas. Dan ternyata setelah itu, seorang petugas keamanan atau polisi memanggil dan membuka tas terebut.
Setelah itu, ditanyakan juga paspor dan kemudian ditanyakan banyak hal dalam bahasa Rusia yang tidak saya mengerti. Karena hanya bisa menjawab Nyet yang artinya Tidak, akhirnya kami pun dibebaskan tanpa mengetahui sesungguhnya apa yang terjadi.

“Barangkali karena minyak kayu putih ini”, kata teman saya ketika kami membongkar kembali isi tas di sebuah restoran sambil menikmati makan siang. Mungkin juga, kata saya dalam hati karena waktu itu sebotol minyak kayu putih eukaliptus juga ikut dimasukkan ke dalam tas sebagai antisipasi menghadapi cuaca kota Kazan yang kurang bersahabat di awal musim dingin.
Setidaknya minyak kayu putih tadi dapat menjaga saya tetap hangat dimana aroma dan kehangatan menjadi satu di ibu kota republik Tatarstan
10 Januari 2021








Selalu seru perjalanannya..