Ketika mampir di rumah makan ayam Taliwang, plecing kangkung merupakan menu sayuran yang tak lupa dipesan mendampingi ayam goreng atau pun ayam bakar. Meski plecing lebih dikenal sebagai masakan dari pulau Lombok, tetapi banyak dikenal juga oleh masyarakat Bali.
Masakan kangkung rebus dengan “topping” sambal tomat bertabur kacang tanah yang digoreng serta siraman jeruk nipis atau jeruk sambal, menciptakan cita rasa khas menyegarkan. Di samping itu membuat tampilan makanan ini semakin menarik dengan kombinasi warna hijau, jingga kecoklatan yang merangsang dan membangkitkan selera makan. Kadang langkung dikombinasikan dengan tauge bahkan kelapa parut.
Ada legenda menarik dari tanah Lombok tentang asal muasal munculnya masakan plecing. Kutipan legenda itu sebagai berikut:
“Dahulu kala, di sebuah kerajaan ada seorang putri cantik yang selalu menutupi wajahnya dengan penutup. Kala itu, masyarakat tak pernah ada yang tahu tentang bagaimana paras wajah putri itu.
Kerajaan tersebut juga memiliki koki handal yang dipercaya untuk menghidangkan makanan. Pasalnya koki tersebut memiliki kemampuan masak yang luar biasa. Ia terkenal akan masakannya yang lezat.
Pada suatu saat, sang koki sangat penasaran dengan paras putri di kerajaan tersebut. Ia pun berpikir keras mengenai bagaimana caranya agar ia bisa melihat wajah putri tersebut. Akhirnya ia memilih untuk menghidangkan makanan aneh agar mampu melihat wajah sang putri.kangkyngpun diolah tanpa dipotong diperkenalkan kepada seluruh penghuni istana. Koki pun memperagakan cara makan sayur tersebut, yaitu dengan menengadahkan kepalanya dan menjulangkan makanan tersebut ke mulutnya.
Setelah itu, sang koki mempersilakan sang putri untuk menikmati hidangannya terlebih dahulu. Putri istana pun tergiur dan mencoba cara makan yang telah diperagakan oleh sang koki. Akhirnya, koki itu akhirnya berhasil melihat paras cantik sang putri” Demikian kutipan kisahnya.(sumber detikbali)
Kangkung sebagai bahan dasar plecing merupakan sayuran tradisional, tak asing lagi bagi masyarakat. Banyak diolah sebagai menu hidangan makanan dalam keluarga atau di jual di restoran dan kedai-kedai makan. Kangkung dari daerah Lombok nemang dikenal khas sehingga banyak dijadikan buah tangan oleh para wisatawan.
Dalam bahasa Inggris disebut “swamp cabbage” atau “water spinach”. Latinnya “Ipomoea Aquatica”. Konon aslinya dari India tercatat dari Maharasta yang memang dikenal sebagai egara bagian dikenal dengan praktik pertanian yang progresif dalam meningkatkan hasil panen.
Kemudian kangkung menyebar luas ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan, Australia, dan beberapa bagian Afrika.
Manfaatnya banyak. Selain untuk sayuran juga bisa untuk pakan ternak seperti sapi, babi, ikan, ayam dan bebek. Ini karena kandungan karoten atau bakal vitamin Anya yang tinggi. Selain itu juga mengandung vitamin B6, vitamin C, vitamin K, asam folat, karotenoid, mangan dan serat. Kandungan zat besi pada daun kangkung cukup tinggi. Zat besi bermanfaat untuk mengatasi anemia juga baik dikonsumsi ibu hamil yang banyak membutuhkan zat besi.
Ada dua varietas utama,kangkung darat (Ipomoea reptans) dan kangkung air (Ipomoea aquatica). Pertumbuhannya cepat dan mudah dibudidayakan.
Daerah Sumatera Utara merupakan penghasil kangkung terbesar di Indonesia Pada tahun 2023, daerah ini menghasilkan 250.171 kuintal kangkung. Beberapa daerah yang juga menjadi penghasil kangkung besar di Indonesia adalah Jawa Barat dan Riau.
(Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom)













