Buah naga (dragon fruit) dikenal beberapa jenis. Ada yang berdaging putih (Hylocereus undatus), rasanya menyegarkan dan kandungan airnya tinggi. Ada yang merah ungu (Hylocereus polyrhizus), lebih manis dibandingkan yang putih dan kaya akan antioksidan. Ada juga buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus): Jenis yang paling manis dan langka, menjadikannya yang paling mahal.
Buah ini kaya akan serat, magnesium, zat besi, serta berbagai macam senyawa antioksidan seperti betalain dan flavonoid yang sangat esensial untuk menangkal radikal bebas.
Biji kecil hitam pada buah naga mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-9. Kombinasi lemak baik, serat, dan antioksidan ini bekerja efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Buah naga kata manfaat. Ia menjadi salah satu buah segar dengan kandungan zat besi, yang penyerapannya dibantu secara optimal oleh vitamin C yang ada dalam buah ini. Selain itu buah naga juga digunakan untuk mengatasi sembelit (sukar buang air besar) dan menyehatkan pencernaan, karena kandungan air yang melimpah serta serat pangan tinggi berfungsi memperlancar gerakan usus. Buah naga juga berfungsi sebagai prebiotik alami yang merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Dan banyak lagi manfaat yang dapat didapat seperti meningkatkan sistem imun, mengendalikan gula darah dsb.
Ada legenda kuno dari negeri Tiongkok yang menyebutkan buah naga diciptakan ribuan tahun lalu oleh naga.dalam suatu pertempuran naga menyemburkan api. Di akhir semburan keluar buah ini. Setelah naga itu terbunuh mati, buah tersebut dipersembahkan kepada kaisar sebagai harta karun dan simbol kemenangan.
Soal penamasn konon
berasal dari bentuk fisiknya yang menyerupai sisik atau lidah api naga, dengan kulit berwarna merah menyala dan sirip berwarna hijau. Sangat populer di Asia, namun tercatat berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Orang Perancis membawa ya ke Vietnam pada tahun 1870 sebagai tanaman hias. Masyarakat Vietnam dan Tiongkok menganggap buah ini membawa keberuntungan dan sering meletakkannya di antara dua patung naga.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)



