JANGAN BIJAK DALAM KATA SAJA, BIJAKLAH DALAM PERBUATAN

Terbaru14 Dilihat

Pandai bicara saja tidaklah cukup. Pepatah mengingatkan:”tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Lebih jauh lagi dikatakan: “Janganlah bijak dalam kata, tapi bijaklah dalam perbuatan; karena dunia akan mengingat tangan (perbuatan) jauh setelah ia melupakan lidah (ucapan).”

Sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari orang yang pandai berbicara. Kata- katanya indah, gagasannya terdengar cemerlang, dan nasihatnya mengalir tanpa henti. Namun, tidak semua ucapan itu berbanding lurus dengan tindakan. Di sinilah makna mendalam dari pepatah di atas menjadi relevan.

Kebijaksanaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak seseorang berbicara tentang kebaikan, melainkan seberapa konsisten ia melakukannya. Kata-kata memang dapat menginspirasi, tetapi tindakanlah yang memberikan bukti. Ucapan dapat memikat telinga sesaat, sedangkan perbuatan meninggalkan jejak yang bertahan lama dalam ingatan manusia.

Sejarah juga menunjukkan bahwa banyak tokoh dikenang bukan karena pidato mereka semata, melainkan karena tindakan nyata yang mereka lakukan. Ucapan mereka mungkin telah terlupakan sebagian, tetapi pengabdian, keberanian, dan karya mereka tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Perbuatan memiliki bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa saja, melampaui batas waktu, budaya, dan generasi.

Pandai bicara tidaklah salah.Bukan juga berarti kata-kata tidak penting. Kata-kata itu perwujudan awal dari niat, arah, dan inspirasi. Namun, ia akan kehilangan maknanya jika tidak diterapkan dalam tindakan. Sebaliknya, perbuatan yang baik sering kali mampu berbicara lebih lantang daripada seribu nasihat.

Karena itu, marilah kita lebih berhati-hati dalam menilai diri sendiri. Jangan terlalu cepat merasa bijaksana hanya karena mampu mengucapkan hal-hal yang benar.

Dunia mungkin akan melupakan apa yang pernah kita katakan. Namun, kebaikan yang kita lakukan, pertolongan yang kita berikan, dan keteladanan yang kita tunjukkan akan terus hidup dalam kenangan orang lain. Sebab, tangan yang bekerja untuk kebaikan meninggalkan jejak yang lebih panjang daripada lidah yang hanya lihai berbicara.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan