Ada yang mengatakan usia hanyalah angka. Kutipan lain mengatakan:
“Why confidence speaks louder than age” -mengapa percaya diri bersuara lebih lantang dari pada usia. Itu suatu ibarat untuk menggambarkan hal percaya diri atau PD, tak ditentukan usia. Orang muda yang percaya diri dapat tampil lebih meyakinkan dibanding orang yang lebih tua tetapi ragu-ragu.
Dalam banyak situasi kehidupan, PD sering lebih menentukan daripada usia seseorang. Umur memang membawa pengalaman, tetapi keyakinan terhadap diri sendiri sering menjadi faktor yang membuat seseorang didengar, dipercaya, dan mampu memengaruhi orang lain.
Mengapa dikatakan percaya diri “bersuara lebih keras” dari usia? Usia adalah angka, tetapi kepercayaan diri adalah energi yang terlihat dalam sikap, bahasa tubuh, dan cara seseorang menghadapi tantangan.Percaya diri memengaruhi cara orang lain melihat kita
Seseorang yang berbicara dengan tenang, jelas, dan yakin biasanya lebih mudah dipercaya. Bahkan sebelum isi pembicaraan dipahami, orang sering lebih dulu menangkap aura keyakinannya. Itulah percaya diri yang memengaruhi crara pandang orang kepada kita.
Kepercayaan diri juga mendorong seseorang bertindak. Tidak sedikit orang memiliki kemampuan, tetapi tidak berani melangkah. Sebaliknya, orang yang percaya diri berani mencoba, gagal, lalu bangkit kembali.
Mungkin berbeda di masa lalu.
Usia tua identik dengan otoritas. Kini, inovasi sering lahir dari generasi muda yang berani berpikir Dan tampul berbeda. Di sinilah, keberanian dan keyakinan diri menjadi sangat penting.
Kutipan ini menunjukkan bahwa usia bukan berarti tidak penting. Pengalaman tetap sangat berharga. Percaya diri tanpa kebijaksanaan dapat berubah menjadi: keras kepala,
gegabah, atau merasa paling benar.Percaya diri yang sehat itu mau belajar, terbuka terhadap kritik, dan tetap menghormati pengalaman orang lain.
Di manapun, semisal di sekolah siswa yang berani menyampaikan ide sering lebih berkembang dibanding siswa pandai tetapi takut berbicara. Dalam organisasi Pemimpin muda tetapi yakin, disiplin, dan mampu berkomunikasi baik sering lebih efektif daripada senior yang pasif. Dalam profesi gizi Di bidang gizi, misalnya, ahli gizi muda yang percaya diri menyampaikan edukasi gizi dengan jelas dapat lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk hidup sehat.
Hikmah yang dapat di petik dari kutipan “Why confidence speaks louder than age” adalah bahwa:
– jangan meremehkan diri
seseorang karena usia,
– jangan menunggu “cukup tua”
untuk mulai berkarya,
– jangan hanya mengandalkan
usia tanpa upaya untuk terus
berkembang.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)


