Sebatang kelor tumbuh di sudut halaman
Moringa Oleifera juga orang menamakan
Sejatinya itu keajiban dunia
Atas anugerah Sang Pencipta bagi manusia
Hembusan angin dingin semilir
Lembut Sejuk mengalir
Menyapu menggoyang setiap tangkai berdaun-daun kecil yang tak pernah diambil
Dalam setiap helai daun yang hijau bening
Menyimpan rahasia bumi dengan hening
Membawa kekuatan yang menghidupkan
Bagi tubuh yang dalam kelemahan
Keajaiban selalu datang berbisik, tak pernah berteriak dengan lantang
Kelor tumbuh di sudut halaman
tanpa permadani tanah subur dihamparkan
tanpa hirauan mata menatapnya di sudut halaman
Hanya cahaya pagi
yang singgah sebentar
dan pergi tanpa pesan disebar
Kelor ibarat mutiara hijau yang sering dilupakan
Kaya akan anti oksidan
Yang dikirim alam bagi setiap insan
Menyimpan kasiat yang diam-diam menyembuhkan mereka yang menggunakan tanpa suara merayap perlahan
Meski dipercaya membawa aura mistik menakjubkan
Ia tak pernah meminta untuk dikenang
ia hanya memberi tak pernah meminta kembali atau digadang-gadang
Tak ingin dipuji atau marak dielu-elukan
Hanya ingin dirasakan dan dimanfaatkan
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)








