TEKNIK PROBING, FONDASI KOMUNIKASI INTERAKTIF.

Terbaru20 Dilihat

Rasanya tidak sedikit yang sependapat jika dalam suatu forum pertemuan atau diskusi sering banyak peserta yang tidak bertanya. Kemungkinannya, audiens sdh mengerti sekali, tidak paham sama sekali tentang apa yang disampaikan pembicara atau penyampaian kurang menarik.

Bertanya sering terlihat mudah. Tetapi dibalik itu bertanya memerlukan keberanian mengatasi rasa takut dan menunjukkan rasa ingin tahu. Keterampilan bertanya sejatinya didorong untuk berpikir kritis.

Dalam komunikasi suatu interaksi kadang masing-masing pihak yang terlibat dituntut tidak hanya mampu menjawab, tetapi juga terampil bertanya. Bertanya adalah bentuk komunikasi aktif (interogatif) dengan menggunakan kata tanya. Gunanya untuk meningkatkan pengetahuan atau partisipasi, meminta informasi, penjelasan, atau keterangan mengenai sesuatu yang belum diketahui. Bisa disampaikan secara lisan atau tulisan.

Dalam bertanya ada yang dikenal dengan teknik probing. Teknik ini bukan sekadar mengajukan pertanyaan, tetapi merupakan keterampilan intelektual yang membantu memahami materi secara lebih mendalam. Teknik ini digunakan untuk menggali makna, alasan, dan implikasi dari suatu pernyataan, bukan hanya menerima informasi di permukaan.

Mengapa Teknik Probing penting? bagi para jurnalis, penelitian, penyidik bahkan peserta didik teknik probing itu penting. Ia melatih berpikir kritis dan analitis. Semisal bagi mahasiswa ketika bertanya sejatinya tidak berhenti pada “apa isi materi”, tetapi mampu menelusur lebih jauh “mengapa” dan “bagaimana”.

Hal ini akan meningkatkan kualitas diskusi kelas. Diskusi menjadi lebih hidup, berbobot, dan tidak sekadar saling mengulang pendapat. Dengan demikian membantu pemahaman konsep yang utuh.Terutama pada mata kuliah yang menuntut analisis kasus dan pemecahan masalah.

Bertanya dengan memakai teknik probing membangun keberanian akademik guna belajar menyampaikan keingintahuan dengan dasar yang jelas dan logis.

Sering dalam wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih banyak dengan menggunakan pernyataan
dari orang yang diwawancarai.

Ada beragam bentuk probing. Bentuk Teknik Probing yang Perlu dikuasai antara lain:
– Probing klarifikasi. contoh:
“ maaf jika tidak salah
tangkap tadi bapak/ibu
mengatakan demikian….
Maksud pernyataan itu apa
ya, mungkin bisa dijelaskan
lebih jauh?
– Probing alasan dan dasar
teori. Contoh: “Teori atau
konsep apa yang mendasari
pendapat tersebut?”
– Probing contoh penerapan
“Bagaimana contoh
penerapannya di lapangan
atau studi kasus?”
– Probing perbandingan.
Misalnya: “Apa perbedaan
pendekatan ini dengan
pendekatan lain?”
– Probing implikasi, misalnya:
“Apa dampaknya jika konsep
ini diterapkan secara keliru?”

Dalam diskusi kelompok, peserta dapat menggunakan teknik probing untuk:
– Memperdalam presentasi
teman, bukan menjatuhkan
– Menguji konsistensi antara
teori dan praktik
– Mengembangkan argumen
yang lebih sistematis
Misalnya, ketika seorang
peserta menyampaikan
kesimpulan, pertanyaan
probing membantu
memastikan bahwa
kesimpulan tersebut berbasis
pemahaman, bukan asumsi.

Tentu saja dalam melakukan probing ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: sikap perlu dijaga, bertanya dengan sopan dan terbuka, menghargai proses berpikir teman, tidak menggunakan probing untuk “menjebak” atau mempermalukan, memberi waktu berpikir sebelum menuntut jawaban lanjutan

Jadi teknik probing adalah fondasi penting dalam membangun komunikasi interaktif, kritis, dan reflektif.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan