ASPEK EDUKASI PADA PEMBERIAN MAKANAN ANAK SEKOLAH

Terbaru31 Dilihat

Tak dapat dipungkiri pemberian makanan kepada anak sekolah sering kali dipandang hanya sebagai upaya memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Namun sejatinya ada hal lain yang bermanfaat lebih besar jika
sekaligus pemberian makanan itu menjadi sarana edukasi.

Dengan kata lain, makanan bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang membentuk pengetahuan, sikap, dan kebiasaan makan sehat sepanjang hidup.

Tanpa edukasi pemberian makanan di sekolah serasa pincang. Edukasi membantu anak memahami alasan di balik suatu perilaku. Dalam program pemberian makanan disekolah, anak mungkin makan karena diwajibkan, bukan karena menyadari manfaatnya. Anak yang sadar manfaat makanan sehat akan lebih mudah menjaga pola makannya dibandingkan anak yang hanya mengikuti perintah.
Kebiasaan baik yang terkesan dipaksakan dapat hilang sirna seiring berhentinya program.

Pemberian makanan anak sekolah seyogyanya dipandang sebagai perpaduan antara intervensi gizi dan intervensi pendidikan. Keberhasilan program makanan sekolah tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, tetapi juga dari seberapa jauh program tersebut mampu membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan memahami pentingnya gizi bagi kehidupannya.

Karena itu makanan yang diberikan menyediakan zat gizi untuk menjamin status gizi optimal, sedangkan edukasi membangun kesadaran dan perilaku yang akan menjaga kesehatan sepanjang hayat.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

 

Tinggalkan Balasan