Menuangkan hal yang berisi pandangan, penilaian, atau pendapat penulis terhadap suatu isu, peristiwa, atau fenomena dikenal dengan tulisan opini. Tulisan opini itu memberikan arah pemikiran.
Tulisan bersifat opini dapat dikenali lewat ciri-ciri: berisi pendapat atau sudut pandang penulis.Pendapat atau sudut pandang ini didukung oleh hasil analisis fakta, data, atau argumentasi. Tujuannya memengaruhi cara berpikir pembaca.
Strukturnya terdiri dari:
– Pengantar masalah.
– Penyampaian pendapat.
– Argumentasi atau alasan
pendukung. Kesimpulan atau
rekomendasi
Penulis ketika menyampaikan pendapat didukung oleh alasan tertentu. Semisal opini tentang program besar yang tengah diluncurkan pemerintah yaitu pemberian makanan anak sekolah:
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan kepada anak sekolah atau sebagai bantuan pangan. Melainkan suatu investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tentu sejalan dengan cita-cita mewujudkan generasi emas yang didambakan. Dilakukan agar generasi masa depan Indonesia mampu mensejajarkan diri dan bersaing dengan bangsa-bangsa maju di dunia di era globalisasi.
Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan. Kualitas menu, keamanan pangan, edukasi gizi, serta pengawasan tata kelola pelaksanaan program harus menjadi perhatian utama. Tanpa itu, tujuan besar program ini sulit tercapai secara optimal.
Dengan kata lain, keberhasilan MBG khususnya bagi anak sekolah, bukan hanya diukur dari berapa banyak porsi makanan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap status gizi anak sekolah selama mengonsumsi makanan yang disajikan. Untuk ini perlu data dasar, serta dilakukan penilaian berkala.
Hal-hal seperti suhu makanan yang aman perlu diperhatikan. Pertahankan makanan matang tetap panas di atas 60° C jika belum dikonsumsi. Bahkan Salah satu hal penting adalah pengukuran sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi anak.Juga pengukuran anthropimetri perlu dilakukan dan banyak lagi kegiatan tatakelola yang harus dilakukan demi menjamin keberhasilan tujuan program.
Tentu kesemua itu harus dilakukan oleh para ahlinya. Jika dikelola dengan baik tanpa penyimpangan dari tujuan mulianya, MBG bagi anak sekolah di wilayah tertentu maupun sasaran lain seperti ibu hamil, ibu menyusui dan anak Balita khususnya dari keluarga miskin di daerah terpencil, terpinggir menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya generasi emas Indonesia.” Tanpa itu semua, pencapaian tujuan besar program ini secara optimal akan terhambat dan sulit dicapai” Karena itu hendaknya MBG dipandang sebagai investasi untuk masa depan anak bangsa
Karenanya tulisan opini Opini memberikan arah pemikiran
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)







