KEHILANGAN KARAKTER TANDA KEHILANGAN SEGALANYA

Terbaru12 Dilihat

When you lose your money
You lose nothing
When you loose your health
You lose something
When you lose your character You lose everything

Jika anda kehilangan uang, Anda tak kehilangan apa-apa
Jika anda kehilangan kesehatan
Anda kehilangan sesuatu
Jika anda kehilangan karakter Anda kehilangan segalanya.

Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya perlu uang. Jika hilang masih dapat dicari ulang.
Kesehatan memang sesuatu yang tak boleh diabaikan. Jika kehilangan kerap tak mudah untuk dipulihkan. Tetapi jika karakter yang hilang krisis mental dan emosional tak terhindarkan.

Kehilangan selalu datang sepanjang kehidupan. Masuk
tanpa mengetuk, bagai angin dingin tiba-tiba sakit menggigit kulit.  Kesunyian yang tak dapat dijelaskan datang menyelinap. Kerap membiarkan hati berbicara dengan bahasa yang hanya ia sendiri yang mengerti. Namun di balik pahit getirnya, kehilangan itu bukanlah sekadar sesuatu akhir. Ia  awal dari kesadaran yang tumbuh bagai tunas baru yang utuh.

Maknanya sering kali lebih dalam daripada sekadar berpisah dengan sesuatu atau seseorang.

Ada sesuatu yang pergi, namun tidak lenyap sama sekali. Ia dapat dicari kembali. Ada hilang ketahanannya sehingga perlu upaya memulihkannya.

Namun ada yang tinggal dalam jejak ingatan, dalam perubahan sikap, dalam kekuatan yang tidak boleh hilang yaitu karakter dalam diri yang mewarnai kehidupan insani.

Karakter itu sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Terwujud dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang khas.

Karakter mengajarkan untuk mencintai lebih dalam, mensyukuri lebih jujur, dan menapak lebih perlahan agar setiap detik dapat dirasakan sepenuhnya dalam kehidupan.
Karakter itu ukuran kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan – ujar Les Brown.

Pada akhirnya, kehilangan membuat manusia menjadi manusia: rapuh namun tetap melangkah penuh dengan utuh, luluh namun tetap tak mengeluh. Sebab setiap yang hilang meninggalkan celah, dan  dari celah itulah cahaya baru sering kali menemukan jalan untuk menyeruak masuk membawa harapan di masa depan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan