MENGUNGKAP GAGASAN LEWAT CONTOH, PERUMPAMAAN DAN METAFORA

Terbaru16 Dilihat

Contoh, perumpamaan nan metafora, serupa memang, tapi tak sama. Ketiganya biasa digunakan untuk mengungkap suatu gagasan. Namun ketiganya memiliki fungsi dan cara penyampaian yang berbeda.

Untuk memperjelas suatu konsep atau pernyataan digunakan contoh. Karena contoh karena, contoh adalah kejadian, benda, atau fakta nyata sehingga muda dipahami atau dimengerti. Ciri-cirinya:
bersifat konkret dan langsung,
tidak menggunakan perbandingan kiasan dan
bertujuan memperjelas pemahaman. Misalnya:”Etos kerja tinggi dapat dilihat pada pegawai yang datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas dengan baik.” Di sini,  “pegawai disiplin” merupakan contoh nyata dari konsep yang dijelaskan.

Sedangkan perumpamaan  adalah membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata pembanding: seperti, bagaikan, laksana, ibarat, umpama, atau bak. Semisal: “Hatinya lembut seperti kapas.”
Semangatnya bagaikan api yang tak pernah padam” Di sini
Cirinya: ada kata pembanding yang jelas. Membantu pembaca membayangkan suatu keadaan yang riil. Dengan demikian pembaca atau lawan bicara tahu bahwa yang dibandingkan bukanlah hal yang sama, hanya memiliki kesamaan sifat tertentu.

Lain halnya dengan metafora.
Metafora adalah perbandingan langsung tanpa menggunakan kata pembanding. Satu hal diperlakukan seolah-olah merupakan hal lain. Ciri-cirinya:
tidak memakai kata seperti, bagaikan, dan sejenisnya.
Lebih padat, kuat, dan puitis serta mengandung makna simbolik. Dapat dilihat disampaikan dalam bentuk berikut: “Dia adalah bintang kelas.” (bukan benar-benar bintang). “Pemuda adalah tulang punggung bangsa.”
“Waktu adalah pencuri kehidupan.” dan sebagainya.
Dalam metafora, identitas dua hal dilekatkan secara langsung untuk menegaskan makna.

Jika ingin menggambarkan seseorang yang sangat berani dapat di disajikan sebagai berikut:
Contoh: “Ia tetap menolong korban meskipun rumah itu sedang terbakar dengan apu yang menyala besar.” Dalam perumpamaan dikatakan: Ia berani bagai seekor singa. Sedang dalam bentuk metafora: Ia adalah singa di tengah bahaya yang mengancam nyawa.

Ringkasnya: contoh menjelaskan dengan fakta, perumpamaan menjelaskan dengan perbandingan yang eksplisit, sedangkan metafora menjelaskan dengan perbandingan yang tersirat dan lebih kuat daya imajinasinya.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan