Rendah hati adalah sikap tidak sombong, bukan merasa paling benar, tak bersedia belajar dari siapa pun. Satu sikap yang menunjukkan kedewasaan karakter. Orang yang rendah hati biasanya lebih terbuka menerima kritik, menghargai orang lain, dan mampu bekerja sama dengan baik.
Rendah hati tidaklah sama dengan rendah diri. Dengan demikian seseorang yang merendahkan hati menyadari bahwa kemampuan, pengetahuan, dan keberhasilan yang dimilikinya bukan alasan untuk meninggikan diri.
Sedangkan seseorang yang merendahkan diri berarti menganggap diri tidak berharga, selalu merasa lebih rendah dari orang lain, atau membiarkan diri diperlakukan tidak adil. Sikap ini dapat melemahkan kepercayaan diri dan menghambat potensi yang sebenarnya dimiliki.
Kerendahan hati itu sejatinya lahir dari kekuatan batin, sedangkan merendahkan diri sering muncul dari ketidakpercayaan pada diri sendiri.
Dalam kehidupan sosial, sikap merendahkan hati membuat seseorang dihormati tanpa harus meminta dihormati. Ia tidak perlu meninggikan diri untuk dihargai, karena sikapnya sendiri sudah memancarkan kebijaksanaan. Sebaliknya, merendahkan diri justru dapat membuat orang lain meragukan kemampuan yang dimiliki.
Harga diri dan kerendahan hati bukan hal yang bertolak belakang. Kita dapat tetap menghargai diri sendiri sambil tetap bersikap sederhana terhadap orang lain. Ibarat pepatah Jawa mengatakan:
Luwih becik meneng kanthi resiko dianggep dadi bodho, tinimbang ngomong lan marakke wong liya tambah ragu.”
(Lebih baik tetap diam dengan risiko dianggap bodoh daripada berbicara yang membuat orang lain meragukanmu).
(Abraham Raubun. B Sc, S.Ikom)





